logo


Pilpres 2024 Berpotensi Munculkan 4 Poros Koalisi, PDIP: Ojo Kesusu Apalagi Emosi

PDIP tidak mengenal koalisi, namun menggunakan istilah kerjasama.

4 Juli 2022 15:48 WIB

Djarot Saiful Hidayat.
Djarot Saiful Hidayat. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemelihan Presiden (Pilpres) 2024 masih lama, namun sejumlah partai politik sudah mulai sibuk mempersiapkan calon presiden dan calon wakil presiden, bahkan koalisi untuk Pemilu 2024.

Terbaru, peta politik Indonesia memungkinkan terbentuknya 4 poros koalisi. Pertama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas PAN, Golkar, dan PPP. Koalisi kedua yakni antara Gerindra dan PKB, ketiga PDIP, dan koalisi terakhir yakni NasDem, Demokrat, dan PKS.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengatakan bahwa partainya tidak tergesa-gesa menjalin kerjasama dengan partai lain untuk menghadapi Pemilu 2024.


Ajak Rakyat Kawal Pemilu 2024, BRIN: Harus Keluar dari Pemilu 2019, Jangan Serahkan Bulat-bulat ke Parpol

"Kalau pemilu kan masih 2024 ya jadi kalau hal-hal yang sifatnya teknis itu, kalau partai kan tetap tegak lurus ya pada hasil keputusan kongres. Apalagi soal pencapresan, makanya saya sampaikan ojo grusa grusu," kata Djarot kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/7/2022).

"Ojo kesusu. Apalagi terlalu emosi, ojo, apa ya, grusa grusu, ojo keburu nafsu. Kata orang tua saya kalau ada suatu apa pun itu jangan keburu nafsu tetapi tetap harus eling, waspodo," sambungnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, begitu pula dengan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak fokus membangun Indonesia.

"Kan Indonesia negara besar banget dan tantangan ke depan sangat besar. Makanya ojo grusa grusu, ojo keburu nafsu, ya tetap eling waspodo dengan keyakinan bahwa kita itu bangsa yang kayak kita itu bangsa yang besar, yang mampu membangun Indonsia bener-bener punya kedaulatan kemandirian punya kepribadian karakter," bebernya.

Mantan Gubernur DKI itu menegaskan bahwa partainya tidak mengenal koalisi, namun menggunakan istilah kerjasama.

"Di dalam sistem kita, kita tidak mengenal koalisi dan oposisi tapi yang ada itu kerja sama. Kerja sama antarpartai kerja sama antarmasyarakat. Kalau kerja sama kita bangun apalagi untuk membawa Indonesia ke depan kan tidak bisa sendiri-sendiri ya," tandasnya.

Duet Pemersatu Bangsa ala Surya Paloh Dinilai Sulit Terwujud

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati