logo


Mantan Presiden Rusia Sebut Kebijakan Sanksi anti-Moskow sebagai Agresi Internasional

Dmitry Medvedev mengatakan bahwa negara barat sudah melancarkan agresi terhadap Rusia dengan menjatuhkan kebijakan sanksi

1 Juli 2022 14:15 WIB

Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev
Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev britannica

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada hari Kamis bahwa dalam keadaan tertentu, sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara barat terhadap Moskow dapat dilihat sebagai tindakan agresi dan pembenaran untuk melancarkan perang.

"Saya ingin sekali lagi menunjukkan bahwa dalam keadaan tertentu tindakan permusuhan seperti itu juga dapat memenuhi syarat sebagai tindakan agresi internasional. Dan bahkan sebagai casus belli (pembenaran untuk)," kata Medvedev, yang juga merupakan mantan Presiden Rusia, dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa Rusia memiliki hak untuk membela diri.


Moskow Sebut Negara Barat Ingin Hapus Perjanjian NATO-Rusia

Rusia menghadapi rentetan kebijakan sanksi dari negara-negara sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Vladimir Putin melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sanksi tersebut diberlakukan untuk melemahkan perekonomian Rusia sehingga Moskow tidak punya sumber daya untuk membiayai perang.

Rusia diketahui sudah melancarkan serangan militer ke wilayah Ukraina pada 24 Februari 2022. Moskow menyebut serangan itu sebagai "operasi militer khusus" yang bertujuan untuk melindungi wilayah Donetsk dan Lugansk, dua wilayah yang sudah memisahkan diri dari Ukraina, dari gempuran pasukan Kiev. Sementara itu, pemerintah Ukraina dan negara-negara barat menyebut tindakan Rusia itu sebagai invasi militer yang tidak beralasan.

Bukan Provokasi, Pengerahan Pasukan NATO ke Eropa Timur adalah Reaksi atas Agresi Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia