logo


Rusia dan China Ingin Bentuk Organisasi yang Mampu Saingi G7

Rusia dan China berusaha memperkuat dan mengembangkan organisasi kerjasama BRICS agar bisa menjadi organisasi penyeimbang G7

1 Juli 2022 12:45 WIB

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah China dan Rusia dikabarkan berharap BRICS, sebuah kerjasama multilateral yang terdiri dari lima negara berkembang utama yakni China, Rusia, Brazil, India dan Afrika Selatan, untuk dapat menjadi sebuah organisasi yang mampu menyaingi G7, organisasi negara-negara maju yang terdiri dari Jerman, Amerika Serikat, Perancis, Italia, Inggris, Kanada, dan Jepang.

Untuk tujuan ini, Beijing dan Moskow tampaknya berusaha untuk memperluas keanggotaan kelompok tersebut.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (29/6), media Jerman, Frankfurter Allgemeine Zeitung, mengklaim bahwa sejak dimulainya serangan Rusia terhadap Ukraina, dan pemberlakuan kebijakan sanksi dari negara-negara Barat terhadap Rusia, Moskow telah berusaha untuk memperkuat dan memperluas aliansinya dengan negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Kremlin dilaporkan telah menumbuhkan harapan untuk mengubah BRICS menjadi alternatif G7 selama bertahun-tahun, setelah negara itu dikeluarkan dari G8. Menurut surat kabar Jerman, Kremlin kini telah menggandakan upaya ini.


Bahagia Dikunjungi Jokowi, Putin Sebut Akan Beri Tahu Segalanya Tentang Invasi Rusia-Ukraina

Pada hari Senin, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengumumkan bahwa dua negara lagi, Argentina dan Iran, telah mendaftar untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Pada postingan Telegramnya, diplomat itu mencatat bahwa hal ini terjadi “saat Gedung Putih sedang memikirkan apa yang harus diputuskan, dilarang, atau dirusak di dunia.”

Erdogan Ungkap Alasan Turki Pada Akhirnya Dukung Rencana Swedia dan Finlandia Gabung dengan NATO

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia