logo


Erdogan Ungkap Alasan Turki Pada Akhirnya Dukung Rencana Swedia dan Finlandia Gabung dengan NATO

Presiden Turki mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima jaminan dari pemerintah Swedia terkait proses ekstradisi anggota Partai Pekerja Kurdistan

1 Juli 2022 12:15 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan istimewa

MADRID, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (30/6) mengatakan bahwa pemerintah Swedia menjamin akan melakukan ekstradisi terhadap 73 anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang selama ini dianggap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Turki.

"Swedia memberi kabar tentang ekstradisi teroris, ada sekitar 73 dari mereka. Kami diberi jaminan," kata Erdogan setelah KTT NATO di Madrid, dikutip Sputniknews.

Presiden Turki itu juga mengatakan bahwa persyaratan Ankara sudah dipenuhi oleh Finlandia dan Swedia melalui proses negosiasi, sehingga Turki pada akhirnya menyetujui rencana kedua negara Eropa Utara itu untuk bergabung dengan aliansi pertahanan pimpinan Amerika Serikat tersebut. Erdogan menyebutnya sebagai "kemenangan diplomatik."


Presiden Zelensky: Tidak Akan Ada Lagi Hubungan antara Ukraina dan Suriah

"Ini [aksesi NATO] adalah proses yang panjang, kami akan memantau pelaksanaan jaminan, jaminan dan kewajiban yang diberikan kepada kami. Jika tidak dipatuhi, kami tidak akan mengirimkan [usulan ratifikasi] ke parlemen," tambahnya.

Pada tanggal 18 Mei 2022, Finlandia dan Swedia mengajukan aplikasi keanggotaan NATO mereka kepada Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg. Sementara keputusan apakah kedua negara akan diterima dalam aliansi tersebut bergantung pada persetujuan negara-negara anggota NATO.

Erdogan mengatakan bahwa Ankara telah memberi tahu sekutu NATO-nya bahwa mereka akan menolak rencana Stockholm dan Helsinki tersebut, karena kedua negara Eropa Utara itu diduga mendukung gerakan Partai Buruh Kurdistan (PKK), yang dianggap Turki sebagai teroris dan dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan nasionalnya.

Menhan Ukraina Sebut Perang Dunia III Sudah Dimulai sejak 24 Februari 2022

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia