logo


Soal Kunjungan Jokowi ke Ukraina-Rusia, Pakar: Kita Tidak Bisa Memaksa Putin, Tapi Bisa Buka Mata Hatinya

Peneliti Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran (Unpad) Teuku Rezasyah mengajak semua pihak optimis dengan langkah yang diambil Jokowi untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina.

1 Juli 2022 08:24 WIB

Jokowi dan Putin
Jokowi dan Putin Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran (Unpad) Teuku Rezasyah membeberkan efek kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia.

Menurutnya, langkah Jokowi itu perlu diapresiasi. Ia menyebut perdamaian dunia harus diusahakan meskipun efeknya kecil.

"Sekecil apa pun, potensi damai haruslah diusahakan. Apalagi oleh Indonesia, yang konstitusinya mensyaratkan itu," kata Teuku seperti dilansir detikcom, Jumat (1/7/2022).


Tegaskan RI Tak Punya Kepentingan Apapun, Jokowi Dihadapan Putin: Kecuali Ingin Perang Selesai

Teuku mengajak semua pihak optimis dengan langkah yang diambil Jokowi untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina.

Ia menyebut Indonesia tidak bisa memaksa Presiden Rusia yakni Putin untuk menyelesaikan konflik, namun ia menyebut bisa membuka mata dan hati Putin.

"Karena itu, perjalanan yang berat, panjang, dan membahayakan, harus dilalui secara penuh keyakinan. Kita tak bisa memaksa Putin. Namun, kita bisa membuka mata dan hatinya, untuk menjadi bagian dari penyelesaian masalah," ujar dia.

"Di situlah hebatnya. Beliau berpikirnya dari luar kotak," pungkasnya.

Berharap Damai, Jokowi: Saya Siap Jadi Jembatan Komunikasi Ukraina-Rusia

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati