logo


Menhan Ukraina Sebut Perang Dunia III Sudah Dimulai sejak 24 Februari 2022

Menteri Pertahanan Ukraina menyebut serangan militer Rusia di Ukraina sejak 24 Februari 2022 kemarin merupakan tanda dimulainya Perang Dunia Ketiga

30 Juni 2022 23:00 WIB

Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov
Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov CNN

KIEV, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengatakan bahwa Perang Dunia Ketiga telah dimulai sejak pasukan Rusia melancarkan operasi militer khusus ke wilayah Donbass pada 24 Februari 2022 kemarin.

Komentar Reznikov muncul dalam sebuah wawancara dengan media penyiaran Inggris Sky News pada hari Kamis ketika dia ditanya apa pesannya kepada NATO pada saat ini dalam perang Ukraina.

“Tolong, jangan merasa lelah. Mohon teruskan dukungan Anda. Jangan takut untuk membuat tingkat eskalasi baru dengan Rusia karena sejujurnya, Perang Dunia Ketiga dimulai pada 24 Februari tahun ini,” katanya, dalam pesan yang ditujukan kepada NATO.


PM Selandia Baru Salahkan China atas Peningkatan Ketegangan di Pasifik, Begini Reaksi Beijing

“Jangan takut karena kita adalah medan perang pertama dalam perang ini. Jika kami terjatuh, medan perang berikutnya [akan] berada di negara-negara Eropa,” kata Rezinkov memperingatkan.

Rusia diketahui sudah melancarkan serangan militer ke wilayah Ukraina pada 24 Februari 2022. Moskow menyebut serangan itu sebagai "operasi militer khusus" yang bertujuan untuk melindungi wilayah Donetsk dan Lugansk, dua wilayah yang sudah memisahkan diri dari Ukraina, dari gempuran pasukan Kiev. Sementara itu, pemerintah Ukraina dan negara-negara barat menyebut tindakan Rusia itu sebagai invasi militer yang tidak beralasan.

Reznikov menegaskan bahwa pasukan militernya akan terus berjuang melawan Rusia hingga mereka berhasil menguasai kembali wilayah Ukraina sepenuhnya.

“Semua tentara Ukraina ingin membebaskan wilayah kami sampai perbatasan. Maksud saya, secara internasional perbatasan kami yang diakui termasuk Krimea, Donetsk, dan Luhansk dan kami akan melakukannya, tetapi kami membutuhkan waktu dan lebih banyak persenjataan dari mitra kami.”

Presiden Zelensky: Tidak Akan Ada Lagi Hubungan antara Ukraina dan Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia