logo


Presiden Zelensky: Tidak Akan Ada Lagi Hubungan antara Ukraina dan Suriah

Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Ukraina sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Suriah setelah Damaskus mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk

30 Juni 2022 22:30 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Reuters

KIEV, JITUNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa pemerintahannya kini sudah melakukan pemutusan hubungan dengan Suriah setelah Damaskus mengakui kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR), dua wilayah di Donbass yang memisahkan diri dari Ukraina sejak 2014 silam.

“Tidak akan ada lagi hubungan antara Ukraina dan Suriah,” kata Zelensky dalam sebuah video yang diposting di media sosial, dikutip Al Arabiya.

Sebelumnya pada hari Rabu, seorang pejabat kementerian luar negeri Suriah mengatakan kepada media bahwa pemerintahan Bashar al Assad sudah mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk.


Lithuania Disebut Bakal Cabut Pemblokiran Jalur Transit Barang Rusia-Kaliningrad

"Suriah telah memutuskan untuk mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Lugansk dan Republik Rakyat Donetsk," katanya kepada kantor berita SANA.

“Kami akan berkomunikasi dengan kedua negara untuk menyepakati kerangka kerja untuk memperkuat hubungan, termasuk menjalin hubungan diplomatik sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” tambahnya.

Beberapa hari sebelum meluncurkan serangan militer ke Ukraina pada 24 Februari 2022 kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi pemimpin pertama yang mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri dari Ukraina.

Putin juga menekankan bahwa salah satu tujuan "operasi militer khusus" Rusia ke wilayah Donbass adalah untuk menghentikan serangan yang dilancarkan oleh pasukan Ukraina terhadap dua wilayah itu.

PM Selandia Baru Salahkan China atas Peningkatan Ketegangan di Pasifik, Begini Reaksi Beijing

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia