logo


NATO Akui Sudah Siap Perang dengan Rusia sejak 2014

Sekertaris Jenderal NATO mengatakan bahwa peningkatan anggaran belanja sektor pertahanan negara-negara anggota NATO sejak 2014 silam dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pertempuran dengan pasukan militer Rusia

30 Juni 2022 13:45 WIB

Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg
Sekertaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg istimewa

MADRID, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu (29/6) bahwa langkah peningkatan anggaran belanja militer dan peningkatan jumlah penempatan pasukan di wilayah Eropa Timur sejak tahun 2014 dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya konflik dengan Rusia.

Berbicara setelah pertemuan anggota NATO dan negara-negara mitra di Madrid, Stoltenberg menuduh Rusia sudah "menggunakan kekuatan militer di Donbass", Ukraina timur sejak tahun 2014.

Namun demikian, Stoltenberg mengatakan bahwa blok militer pimpinan AS itu memutuskan pada 2014 untuk mulai meningkatkan kekuatannya di Eropa Timur.


Presiden Zelensky Desak NATO Kirim Bantuan Keuangan Senilai USD 5 M per Bulan kepada Ukraina

“Kenyataannya juga sudah kami persiapkan sejak 2014,” ujarnya, dikutip RT.com.

“Itulah alasan mengapa kami meningkatkan kehadiran kami di bagian timur aliansi, mengapa sekutu NATO mulai berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan, dan mengapa kami meningkatkan kesiapan [kami],” jelasnya.

Namun, menurut laporan media Rusia, pada kenyataannya, pasukan Ukraina lah yang pertama kali telah menembaki kota-kota di wilayah Donbass sejak Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 2014 silam.

Menurut angka NATO, anggota aliansi Eropa dan Kanada telah meningkatkan pengeluaran militer mereka antara 1,2% dan 5,9% setiap tahun sejak 2014. Namun, hanya 10 dari 30 negara NATO yang saat ini memenuhi target blok, yakni menghabiskan 2% dari PDB untuk sektor pertahanan.

Peningkatan pengeluaran paling terlihat di wilayah Eropa Timur dan Baltik, dimana Polandia, Lituania, Estonia, Latvia, Republik Ceko, Slovakia, dan Rumania semuanya memenuhi target untuk pertama kalinya pada 2022.

 

Ukraina-Rusia Gelar Pertukaran Tawanan Perang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia