logo


Data Pemilih Pilkada Milik KPU Adalah yang Terbesar dalam Sejarah

Jumlah pemilih potensial yang tercantum dalam DP4 mencapai 102.068 juta orang.

4 Juni 2015 13:11 WIB

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA JITUNEWS.COM - Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilhan (DP4) telah diserahkan Kementerian Dalam Negeri kepada Komisi Pemilhan Umum (KPU), kemarin (5/4), di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Dari daftar tersebutlah KPU kemudian menyusun daftar pemilih yang memiliki hak suara dalam Pilkada serentak periode pertama.

Adalah Sekretaris Jenderal Kemendagri Yuswandi A. Tumenggung yang mengatakan bahwa DP4 yang diberikan Kemendagri yang bakal dijadikan bahan penyusunan daftar pemilih dalam Pilkada serentak. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, mekanisme penyerahan DP4 kini langsung diserahkan langsung kepada Ketua KPU pusat. Padahal dalam penyelenggaraan Pilkada terdahulu, DP4 terlebih dahulu diberikan melalui Gubernur dan Bupati atau Walikota.

"Dari ketua KPU data DP4 nantinya dilanjutkan hingga ke KPU provinsi dan KPU kabupaten atau kota. Kemudian terus bergulir hingga ke Panitia Pemungutan Suara (PPS)," jelas Yuswandi.


Pilkada Bisa Ditunda, Pemulihan Ekonomi Bisa Ditunda, Nyawa Rakyat Tak Bisa Ditunda

PPS sendiri memiliki tugas untuk melakukan validasi terkini bersama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk menyesuaikan antara DP4 dengan data di lapangan. Hasil pemutakhiran kemudian diproses lebih dalam lagi dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk kemudian diolah hingga menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Yuswandi menyebutkan jumlah pemilih potensial yang tercantum dalam DP4 mencapai 102.068 juta orang. Angka tersebut merupakan total keseluruhan dari jumlah daftar pemilih politik potensial yang bakal melakukan pemilihan kepada 269 Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah tahap pertama.

Meski gelaran Pilkada belum sepenuhnya digelar serentak, namun pelaksanaan periode pertama dengan jumlah potensial pemilih sebanyak itu menjadikan sebuah ajang Pilkada pertama dan terbesar di Indonesia.

Husni mengatakan jumlah pemilih yang tercatat saat ini melampaui 50 persen dari jumlah daftar pemilih yang memberikan hak suaranya pada Pemilihan Presiden 2014. Jumlah 269 daerah yang menggelar Pilkada pun telah melebihi 50 persen dari total 514 daerah di Indonesia.

Jubir Jokowi Tegaskan Pilkada Tak Ditunda, Muhammadiyah: Kasihan Rakyat Harus Menanggung Risiko Covid-19

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah, Vicky Anggriawan