logo


Soal Ganja Medis, PDIP: Harus Hati-hati Menyikapi, Bukan Latah

PDIP mengingatkan pemerintah untuk tidak latah dalam menanggapi soal ganja medis

29 Juni 2022 10:14 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo jitunews/Khairulanwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belakangan ini ganja medis menjadi sorotan setelah ada seorang ibu yang menjadi viral di media sosial karena meminta diperbolehkan penggunaan ganja medis untuk anaknya yang mengidap lumpuh otak. Anggota Komisi IX Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo, mengingatkan pemerintah untuk tidak latah dalam menanggapi soal ganja medis.

"Kita harus berhati-hati menyikapi wacana ini, bukan latah. Artinya sebelum ganja medis dilegalkan, terlebih dahulu dilakukan kajian komprehensif yang melibatkan segala unsur terkait, khususnya paramedis, psikolog," kata Handoyo dalam keterangan tertulis, Rabu (29/6).

"Artinya, kalaupun pada akhirnya penggunaan ganja untuk pengobatan dilegalkan, itu bukan karena latah mengikuti tren dunia, tapi benar-benar berdasarkan kajian yang komprehensif," lanjutnya.


Wapres Maruf Amin Minta MUI Bikin Fatwa Pemakaian Ganja untuk Medis

Handoyo mengatakan bahwa perlu ada kajian obat medis alternatif selain ganja. Menurutnya, jika ada obat medis khasiatnya sama atau lebih dari ganja maka tidak harus memaksakan menggunakan ganja.

"Terutama masukan dari dunia medis, tidak adakah obat medis di luar pemanfaatan ganja untuk penyakit tertentu. Bila tidak ada, kemungkinan opsi medis masuk akal. Namun bila ada obat medis khasiatnya sama atau lebih baik dari ganja, kenapa harus memaksakan dengan ganja?" ujar Handoyo.

Soal Wacana Ganja untuk Medis, PBNU: Harus Tahu Seluk Beluk Masalahnya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata