logo


G7 Janji Tak Akan Berlakukan Sanksi terhadap Ekspor Bahan Makanan dan Pertanian Rusia

Para pemimpin G7 mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengatasi krisis pangan global, salah satunya dengan tidak memberlakukan sanksi terhadap ekspor bahan pangan dan produk pertanian asal Rusia

28 Juni 2022 21:16 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Sputniknews

BERLIN, JITUNEWS.COM - Para pemimpin negara anggota G7 telah berjanji untuk mengatasi situasi krisis pangan global, dengan tidak memberlakukan kebijakan sanksi terhadap ekspor bahan pangan dan produk pertanian yang berasal dari Rusia.

“Kami akan terus memastikan bahwa paket sanksi kami tidak menargetkan makanan dan memungkinkan aliran bebas produk pertanian, termasuk dari Rusia, dan pengiriman bantuan kemanusiaan,” bunyi pernyataan bersama para pemimpin organisasi yang beranggotakan Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Menurut G7, mengutip perkiraan PBB, diperkirakan ada lebih dari 320 juta orang di seluruh dunia akan jatuh ke dalam kerawanan pangan akut atau berisiko tinggi kekurangan pasokan bahan pangan, yang akan menandai rekor tertinggi baru. G7 juga berjanji untuk mencegah 500 juta orang di dunia terhindar dari wabah kelaparan dan kekurangan gizi pada tahun 2030.


G7 Desak India Berhenti Beli Minyak Rusia, Begini Respons PM Narendra Modi

G7 juga membantah bahwa sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara barat terhadap Rusia berkontribusi terhadap krisis pangan global. Negara-negara Barat menuduh Rusia dengan sengaja memanfaatkan konflik di Ukraina untuk memperburuk ketahanan pangan dunia. Moskow telah menolak klaim tersebut, dan menegaskan bahwa penyebab sebenarnya dari krisis pangan global adalah kebijakan sanksi Barat yang “bermotivasi politik”.

G7 Siap Sediakan Bantuan Kemanusiaan, Finansial dan Militer bagi Ukraina Selama Diperlukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia