logo


G7 Siap Sediakan Bantuan Kemanusiaan, Finansial dan Militer bagi Ukraina Selama Diperlukan

Para pemimpin negara G7 menyatakan siap memberikan dukungan keuangan, peralatan militer, hingga bantuan kemanusiaan bagi Ukraina selama yang diperlukan

28 Juni 2022 20:42 WIB

Bendera Ukraina
Bendera Ukraina istimewa

BERLIN, JITUNEWS.COM - Para pemimpin negara anggota G7 pada Selasa (28/6) sudah setuju untuk menyediakan bantuan finansial, kemanusiaan, militer dan diplomatik bagi Ukraina selama dibutuhkan untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut.

"Kami akan mendukung Ukraina selama yang diperlukan, memberikan dukungan keuangan, kemanusiaan, militer, dan diplomatik yang dibutuhkan dalam pembelaannya yang berani atas kedaulatan dan integritas teritorialnya. Kami siap untuk mencapai pengaturan bersama dengan negara dan lembaga yang berkepentingan dan pada komitmen keamanan berkelanjutan untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dan untuk mengamankan masa depan yang bebas dan demokratis," kata para pemimpin dalam sebuah pernyataan bersama, dikutip Sputniknews.

Para pemimpin G7 juga meminta China untuk ikut memberikan tekanan Rusia agar bersedia menghentikan pertempuran di Ukraina.


Krisis Gas di Jerman Diprediksi Bakal Menyebar ke Seluruh Eropa

Pernyataan tersebut dilontarkan tidak lama setelah juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa Kiev dapat mengakhiri permusuhan dalam sehari dengan memerintahkan pasukan mereka untuk meletakkan senjata dan dengan mematuhi persyaratan yang diusulkan oleh Moskow.

Para pemimpin G7 juga sepakat untuk mengambil langkah-langkah untuk mengamankan pasokan energi guna mencegah kenaikan harga.

“Kami akan mengambil tindakan segera untuk mengamankan pasokan energi dan mengurangi lonjakan harga yang didorong oleh kondisi pasar yang luar biasa, termasuk dengan menjajaki langkah-langkah tambahan seperti batas harga. Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menghapus ketergantungan kami pada energi Rusia, tanpa mengorbankan iklim dan lingkungan kami. tujuan," kata para pemimpin dalam pernyataan bersama.

Sementara itu, Komisi Eropa mengatakan bahwa sedang mengembangkan kerangka untuk menempatkan batas harga pada pasokan gas dan akan mempresentasikannya pada waktunya.

"Para pemimpin [G7] disibukkan oleh situasi ... mengenai gas, kami telah diundang untuk melihat pengenalan kemungkinan batas harga, kami melakukan ini, kami sedang menjajaki ini, dan kami akan maju dengan pemikiran kami. atau proposal kami tentang ini saat pekerjaan kami matang dan kami sampai pada kesimpulan, yang akan kami bagikan dengan para pemimpin. Tapi kami tidak akan berspekulasi lebih jauh," kata Wakil Kepala Juru Bicara Komisi Uni Eropa Dana Spinant.

G7 Desak India Berhenti Beli Minyak Rusia, Begini Respons PM Narendra Modi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia