logo


Buntut Blokade Jalur Transit Rusia-Kaliningrad, Lithuania Hadapi Serangan Hacker Skala Besar

Kelompok hacker "pro-Rusia" dikabarkan melakukan serangan peretasan terhadap ribuan web-site milik berbagai lembaga Lithuania

28 Juni 2022 13:30 WIB

Ilustrasi peretas komputer atau hacker
Ilustrasi peretas komputer atau hacker istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Kelompok peretas 'pro-Rusia' Killnet dikabarkan telah melakukan serangan peretasan yang melumpuhkan banyak situs web pemerintah dan perusahaan Lithuania dengan serangan DDoS skala besar pada hari Senin (27/6), atau dua hari setelah mereka memperingatkan Vilnius untuk segera membuka pemblokiran terhadap jalur transit barang dari Rusia ke wlayah Kaliningrad, atau sebaliknya.

Dilansir dari RT.com, kelompok hacker itu mengklaim bahwa mereka telah menyerang lebih dari 1.000 situs web Lithuania. Ribuan website itu dilaporkan offline pada hari Senin atau mengalami gangguan, termasuk situs milik Inspektorat Pajak Negara, Sistem Layanan Administrasi Terpadu, Arsip Negara Pusat, situs web kota Vilnius dan Kaunas, situs web telekomunikasi Swedia Telia Lituania, dan penyedia layanan akuntansi utama B1.

Badan keamanan siber Lithuania mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat adanya peningkatan serangan DDoS mulai hari Jumat pekan lalu yang menargetkan berbagai lembaga pemerintah, layanan transportasi, dan sektor keuangan.


Zelensky Masih Enggan Negosiasi dengan Rusia soal Penyelesaian Konflik

Para peretas telah memposting beberapa video ke media sosial selama akhir pekan dan memperingatkan pemerintah Lithuania bahwa mereka memiliki waktu 48 jam untuk menghapus blokade terhadap Kaliningrad atau mengambil risiko “serangan tepat di jantung sistem Lithuania” yang memengaruhi “lebih dari 500 perusahaan.”

Menurut penelusuran RT.com, sebuah postingan Telegram 'We Are Killnet' bersumpah untuk melanjutkan serangan pada hari Selasa.

Grup Telegram yang sama sebelumnya juga membagikan daftar situs web Lituania yang menjadi target mereka. Kelompok peretasan itu juga dilaporkan mendorong sukarelawan untuk bergabung dengan serangan DDoS, mendaftar domain dan alamat IP target untuk memaksimalkan kerusakan.

Kepala Intelijen Ukraina Bilang Rusia Harus Siap Hadapi Serangan Sabotase

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia