logo


PM Inggris Berharap Konflik Ukraina-Rusia Tak Segera Berakhir

PM Inggris mengatakan bahwa setiap upaya untuk menyelesaikan konflik sekarang hanya akan menyebabkan ketidakstabilan yang bertahan lama

27 Juni 2022 22:15 WIB

Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson
Presiden Perancis Emmanuel Macron (kiri) dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Reuters

BERLIN, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada Minggu (26/6) mengatakan bahwa mereka melihat adanya "peluang untuk membalikkan keadaan" di Ukraina. Boris Johnson juga memperingatkan Macron agar tidak mencoba "menyelesaikan" konflik sekarang.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris yang tidak disebut namanya mengatakan bahwa para pemimpin, yang bertemu di KTT G7 di Jerman, “setuju ini adalah saat kritis untuk jalannya konflik, dan ada peluang untuk mengubah arus dalam perang.”

“Setiap upaya untuk menyelesaikan konflik sekarang hanya akan menyebabkan ketidakstabilan yang bertahan lama,” kata jubir Downing Street itu megutip pernyataan yang dilontarkan oleh Boris Johnson kepada Emmanuel Macron, dilansir AFP


Saingi Megaproyek Infrastruktur China, G7 Siap Investasi hingga USD 600 Miliar ke Negara Berkembang

"Itu juga berisiko memberi Presiden Rusia Vladimir lisensi untuk memanipulasi negara berdaulat dan pasar internasional selamanya," tambahnya.

Tidak seperti Macron, yang terus berdialog dengan Putin, Johnson telah menolak untuk menggelar pembicaraan dengan Vladimir Putin, yang dia sebut sebagai “diktator” sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Dalam sebuah wawancara dengan media Inggris, Johnson mengatakan bahwa negara-negara Barat harus melakukan diskusi yang "sangat, sangat jujur" tentang dampak perang, termasuk meningkatnya inflasi.

Saat ditanya apakah dia khawatir bahwa dukungan untuk Ukraina akan melemah dalam menghadapi pukulan balik konflik, Johnson mengatakan dia pikir "tekanan ada dan kecemasan ada di sana, kita harus jujur ??tentang itu."

Presiden Ukraina Desak Negara G7 Jatuhkan Sanksi Lebih Berat terhadap Moskow

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia