logo


Kanselir Jerman Minta Usulan soal Embargo Emas Rusia Diputuskan oleh Uni Eropa, Bukan G7

Kanselir Jerman meminta usulan embargo emas Rusia juga dibahas pada level Uni Eropa, dan tidak diputuskan secara sepihak oleh negara anggota G7

27 Juni 2022 21:15 WIB

Kanselir Jerman Olaf Scholz
Kanselir Jerman Olaf Scholz Reuters

BERLIN, JITUNEWS.COM - Proposal AS untuk melarang ekspor emas dari Rusia ke negara-negara Eropa harus didiskusikan di tingkat Uni Eropa dan tidak diputuskan oleh negara-negara anggota G7. Hal itu disampaikan oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz, dalam sebuah wawancara dengan saluran TV ZDF pada hari Senin (27/6).

“Kami sedang mendiskusikan masalah ini, tetapi itu juga harus didiskusikan di dalam Uni Eropa. Oleh karena itu, ini bukan masalah di mana G7 akan membuat keputusan akhir,” kata Scholz.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa mereka yang mendukung sanksi anti-Rusia itu dapat mengandalkan fakta bahwa Uni Eropa akan “terus membuat kebijakan sanksi menjadi lebih spesifik.”


Uni Emirat Arab Bersedia Bantu Proses Pertukaran Tawanan Perang Ukraina-Rusia

Larangan pembelian emas Rusia pertama kali diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden pada KTT G7 sebagai cara untuk memberi lebih banyak tekanan pada Moskow atas operasi militernya di Ukraina. Kemudian, dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (26/6), usulan Joe Biden itu disetujui oleh Inggris, Jepang dan Kanada.

Pekan lalu, kepala Dewan Eropa, Charles Michel, juga mengatakan bahwa Uni Eropa sedang mempertimbangkan embargo emas Rusia dalam paket keenam sanksi anti-Rusia. Hanya saja, keputusan akhir terkait hal itu sejauh ini masih belum dibuat.

Rusia, yang menyumbang sekitar 8,5% dari produksi emas global, adalah produsen emas terbesar ketiga setelah China dan Australia. Beberapa analis dan media Rusia menilai bahwa, larangan impor emas Rusia akan menjadi bumerang bagi mereka yang memberlakukannya, mirip dengan apa yang terjadi pada komoditas energi.

Bantu Atasi Krisis Pangan Global, Vietnam Siap Tingkatkan Ekspor Beras

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia