logo


Menlu AS Sebut Embargo Emas Rusia Bakal Bikin Moskow Rugi $ 19 Miliar per Tahun

Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa Rusia akan kehilangan pendapatan hingga USD 19 miliar per tahun jika negara-negara barat mengembargo emas Rusia

27 Juni 2022 12:00 WIB

Tambang Emas ilustrasi
Tambang Emas ilustrasi Boombastis

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Minggu (26/6) mengatakan kepada CNN bahwa embargo ekspor emas Rusia akan melucuti pendapatan Moskow sekitar $19 miliar per tahun. Blinken memperkirakan bahwa efek dari embargo emas Rusia itu akan terlihat tahun depan.

AS, Inggris, Kanada, dan Jepang, pada Minggu (26/6) dikabarkan telah menyetujui larangan impor emas Rusia dalam KTT G7 di Jerman.

"Emas adalah ekspor paling menguntungkan kedua yang dimiliki Rusia, setelah energi," kata Blinken kepada CNN.


Tak Ikut Jatuhkan Sanksi Anti-Rusia, Ternyata Ini Alasan Turki Sebenarnya

“Sekitar $19 miliar per tahun, dan sebagian besar ada di negara-negara G7...itu (adalah pendapatan yang) signifikan,” tambahnya.

Menurut RT.com, pernyataan Blinken itu sebenarnya tidak benar. Media Rusia tersebut mencatat bahwa ekspor paling berharga kedua Rusia adalah bahan makanan yang pada tahun 2021 nilai penjualan produk pertanian Rusia mencapai lebih dari $37 miliar.

Tidak jelas apakah negara-negara G7 lainnya akan menandatangani larangan tersebut. Namun Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengatakan bahwa Uni Eropa perlu mengkaji larangan ekspor emas Rusia itu, dan menilai dampaknya terhadap perekonomian negara-negara barat.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa larangan emas akan membebankan "biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya pada [Presiden Rusia Vladimir] Putin". Sementara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengklaim bahwa larangan emas Rusia itu akan "menyerang jantung mesin perang Putin."

Dampak Perang Ukraina-Rusia Bakal Tetap Terasa hingga 10 Tahun ke Depan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia