logo


Nggak Diijinkan Gabung NATO, Ukraina Pasrah

Salah satu penasihat Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Ukraina kini sudah tidak berencana untuk bergabung dengan aliansi militer NATO

26 Juni 2022 10:45 WIB

Bendera Ukraina
Bendera Ukraina istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Salah satu penasihat Kepresidenan Ukraina, Igor Zhovkva, pada Sabtu (25/6), mengatakan kepada Financial Times bahwa rencana Ukraina untuk bergabung dengan NATO tidak akan mendapat persetujuan dari negara-negara barat, sehingga Kiev tidak akan mengambil langkah lebih lanjut untuk bergabung dengan aliansi militer yang dipimpin AS itu.

Para pemimpin NATO akan bertemu di ibukota Spanyol Madrid pada minggu depan, dan selama dua hari pertemuan dan konsultasi itu, aliansi akan mengungkap Konsep Strategisnya – sebuah dokumen yang menguraikan misi dan sikap aliansi terhadap negara non-anggota, termasuk China dan Rusia.

Zhovkva mengatakan kepada Financial Times bahwa pemerintah Zelensky ingin aliansi itu mengakui bahwa Ukraina adalah “landasan keamanan Eropa,” dan untuk menegaskan kembali kemitraannya dengan Kiev, yang pertama kali didirikan pada 1997.


Krisis Ekonomi di Eropa Bisa Dihindari dengan Perjanjian Gencatan Senjata Ukraina-Rusia

Namun, dia mengatakan bahwa Ukraina tidak akan memaksa untuk menjadi anggota NATO.

“Anggota NATO telah menolak aspirasi kami. Kami tidak akan melakukan apa-apa lagi dalam hal ini," katanya.

Keanggotaan prospektif Ukraina dalam aliansi NATO itu adalah faktor kunci di balik situasi konflik yang saat ini berlangsung dengan Rusia.

Sebelumnya, Ukraina menulis tujuannya menjadi anggota NATO ke dalam Undang-undang Dasarnya pada 2019, meskipun ada peringatan Moskow bahwa memiliki pasukan dan senjata aliansi di perbatasannya akan merupakan ancaman keamanan Rusia yang tidak dapat diterima.

Presiden Serbia Sebut Banyak Negara Uni Eropa Kini Terlibat Perang Langsung dengan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia