logo


Presiden Serbia Sebut Banyak Negara Uni Eropa Kini Terlibat Perang Langsung dengan Rusia

Presiden Serbia mengatakan bahwa negaranya akan terus berusaha untuk mendapatkan status sebagai anggota Uni Eropa namun tetap menjaga hubungan baik dengan Rusia dan China

26 Juni 2022 09:47 WIB

Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Presiden Rusia Vladimir Putin Newsbeezer

BELGRADE, JITUNEWS.COM - Presiden Serbia Alexander Vucic, pada Sabtu (26/6) mengatakan bahwa banyak negara Uni Eropa yang saat ini tengah berada dalam situasi "perang langsung" dengan Rusia, dan "marah" dengan Serbia karena menolak untuk ikut menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Berbicara pada konferensi pers dua hari setelah menghadiri pertemuan KTT Uni Eropa, Vucic mengklaim bahwa negara-negara Balkan “tidak penting” bagi Uni Eropa, karena blok tersebut “sepenuhnya berperang dengan Rusia” dan prioritasnya saat ini adalah memberikan status kandidat anggota Uni Eropa kepada Ukraina dan Moldova.

“Viktor Orban [perdana menteri Hungaria] mengatakan bahwa dalam arti ekonomi, Serbia dan Montenegro jauh lebih siap untuk menjadi bagian dari UE daripada beberapa negara lain. Tapi siapa peduli?" kata Vucic dikutip Sputniknews.


Ukraina Dapatkan Status Negara Kandidat Anggota Uni Eropa, Begini Tanggapan Rusia

Ia menjelaskan, Serbia kini berada dalam posisi sulit karena terus didesak untuk menjatuhkan kebijakan sanksi anti-Rusia, seperti yang dilakukan oleh negara-negara anggota Uni Eropa lainnya.

“Banyak negara UE sedang berperang langsung melawan Rusia. Mereka mengirim howitzer, pesawat, S-300 ke Ukraina, dan menurut Anda bagaimana mereka akan memperlakukan kita? Mereka tidak berada di posisi kita sebagaimana kita tidak berada di posisi mereka, dan itulah mengapa posisi kita sangat sulit. Apakah akan lebih mudah? Yah, itu tidak akan terjadi,” kata Vucic.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk mendapatkan status anggota Uni Eropa, namun tetap menjaga hubungan baik dengan China dan Rusia.

“Jika Anda tidak memahami betapa pentingnya (keanggotaan) Uni Eropa bagi kami, saya tidak dapat mengubahnya,” katanya.

Krisis Ekonomi di Eropa Bisa Dihindari dengan Perjanjian Gencatan Senjata Ukraina-Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia