logo


Menteri Ekonomi Jerman Prediksi Krisis Energi Bisa Berlangsung dalam Waktu Lama

Menteri Ekonomi Jerman mengatakan bahwa jika pasokan gas alam Rusia tetap pada tigkat rendah, maka seluruh sektor industri terpaksa harus ditutup

25 Juni 2022 19:40 WIB

Ilustrasi api kompor gas
Ilustrasi api kompor gas Reuters

BERLIN, JITUNEWS.COM - Menteri Ekonomi Robert Habeck mengatakan bahwa negaranya akan menghadapi krisis yang “lebih signifikan” daripada selama guncangan minyak pertama di dunia pada tahun 1973.

"Lebih banyak orang akan terpengaruh," katanya, menambahkan: "kita sudah berada dalam situasi di mana Jerman belum pernah seperti ini karena krisis gas."

Ia menambahkan bahwa jika pasokan gas alam Rusia tetap pada tingkat rendah saat ini, Jerman akan menghadapi kekurangan energi yang parah.


Negara-negara G7 Diminta Bantu Atasi Krisis Kelaparan Global

"Ini pasti akan menjadi musim dingin yang sulit....dan sektor industri tertentu harus ditutup," tambahnya.

"Itu akan menjadi bencana besar bagi beberapa industri ... kita tidak berbicara tentang dua hari atau minggu tetapi tentang waktu yang lama," dan beberapa daerah mungkin kehilangan "seluruh kompleks industri," dia memperingatkan.

Habeck meminta publik untuk menghemat energi sebanyak mungkin, dengan mengatakan bahwa dia secara pribadi hampir tidak memanaskan apartemennya dan mandi sebentar:
“Saya tidak pernah mandi selama lima menit dalam hidup saya. Saya mandi cepat.”

Jika skenario terburuk itu benar-benar terjadi, Habeck mengatakan “perusahaan harus menghentikan produksi mereka, pekerja mereka akan diberhentikan, rantai pasokan akan runtuh; orang-orang akan berhutang untuk membayar tagihan pemanas mereka; orang akan semakin miskin dan frustrasi akan melanda bangsa.”

“Kami sedang berjalan ke masa yang sulit,” tukasnya.

Pesawat AS Kembali Terbang di Atas Selat Taiwan, Begini Reaksi China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia