logo


Soal Duet Pemersatu Bangsa, PDIP: Jangan Dipersempit pada Urusan Figur

Hasto menyebut pemersatu bangsa adalah Pancasila

25 Juni 2022 14:45 WIB

Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto jpnn

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengusulkan duet pemersatu bangsa ketika berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo. NasDem bicara soal duet Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut pemersatu bangsa adalah Pancasila. Hasto minta tidak ada pihak yang mempersempit pada figur.

"Pemersatu bangsa itu adalah Pancasila. Jangan dipersempit pada urusan figur," kata Hasto di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6).


PDIP Ogah Koalisi dengan PKS dan Demokrat, Ferdinand: Sikap Ini Jadi Vaksin yang Binasakan Virus Politik

"Pemersatu bangsa terbukti pancasila karena Yugoslovia terbukti pecah beberapa negara. Karena bung Karno dan Presiden itu ketika berdialog tentang legacy apa bagi bangsanya masing-masing, bung Karno mengatakan pancasila adalah pemersatu," imbuhnya.

Sebelumnya, Surya Paloh mengusulkan skema duet capres-cawapres ke Presiden Joko Widodo. Waketum NasDem Ahmad Ali menjelaskan skema duet pemersatu Pilpres 2024 yang disampaikan Surya Paloh saat berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo,

"Artinya, pikiran Pak Surya bahwa hari ini ada figur yang menonjol, yang kita kira, kalau kita mau objektif menilainya bahwa ada Anies dan ada Ganjar," kata Ali kepada wartawan, Jumat (24/6).

Soal Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar, PKS: Jokowi Sebagai King Maker

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata