logo


Salak Pondoh (Bagian 1) : Ingat, Penggunaan Bibit Unggul Mutlak Diperhatikan

Pondoh merupakan kultivar yang banyak dibudidayakan di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta

4 Juni 2015 10:33 WIB

Salak Pondoh. (Ist)
Salak Pondoh. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Salak, siapa coba yang tak menyukai buah meja ini. Di Indonesia terdapat cukup banyak jenis variates salak. Salah satu jenis salak yang cukup populer adalah salak pondoh. Salak pondoh banyak diminati pasalnya memiliki rasa yang manis, masir, tidak sepat, dan ukurannya sedang.

Pondoh merupakan kultivar yang banyak dibudidayakan di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta dan jadi salah satu produk oleh-oleh khas Yogyakarta yang banyak dicari. Melihat permintaannnya yang tinggi, maka tak salah kan jika usaha budidaya salak ini digeluti?

Nah, sebelum Anda terjun sebagai petani salak pondoh, terlebih dahulu Anda harus mengetahui seluk beluk budidayanya. Dari mulai bibit, pemeliharaan, hingga panen. Khususnya dalam pembibitan, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah penggunaan bibit unggul dan bermutu. Tanaman salak merupakan tanaman tahunan, karena itu kesalahan dalam pemakaian bibit akan berakibat buruk dalam pengusahaannya, walaupun diberi perlakuan kultur teknis yang baik tidak akan memberikan hasil yang diinginkan, sehingga modal yang dikeluarkan tidak akan kembali karena adanya kerugian dalam usaha tani.


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Untuk menghindari masalah tersebut, perlu dilakukan cara pembibitan salak yang baik. Pembibitan salak dapat berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif). Penggunaan jenis bibit sangat berpengaruh pada kecepatan berbuah suatu tanaman. Jika bibit yang diperoleh dengan cara generatif maka akan memerlukan waktu yang lama untuk dapat berbuah, yaitu sekitar 8-10 tahun. Hal itu karena tumbuhan harus memulai fase vegetatif dengan menyediakan akar, batang dan daun terlebih dahulu sampai besar, baru fase generatif untuk berbunga dan berbuah.

Sebaliknya, jika bibit tanaman yang kita pilih berasal dari bibit vegetatif, maka tanaman akan cepat berbuah, karena tumbuhan sudah memiliki organ tubuh yang lengkap yaitu akar, batang, dan daun. Sehingga tumbuhan tinggal melaksanakan fase generatif yaitu berbunga dan berbuah.

Lantas bagaimana cara mendapatkan bibit yang baik? Bagi Anda yang lebih memilih membeli bibit, per diperhatiakan, Anda tidak bisa mengetahui bagaimana cara penjual memperoleh bibit, maka sebaiknya Anda membeli pada pedagang yang dapat dipercaya, dan yang sudah dikenal dengan baik.

Selain itu, ada cara yang lain yaitu dengan membeli bibit pada pedagang yang sudah bersertifikat sehingga ada jaminan mutunya. Tujuan sertifikasi ini untuk melindungi konsumen dari kerugian yang mungkin  dapat dialaminya. Sebab bila Anda salah dalam pemilihan bibit ini, Andaa akan mengalami kerugian waktu, tenaga , dan biaya. Selain itu, belilah bibit yang sudah siap tanam sekaligus dengan bibit pejantannya, dan untuk selanjutnya, pembibitan dilakukan dengan teknik budidaya pencangkokan.

Demi mutu yang baik, perhatikan dengan cermat cara tanam, sebelum bibit pohon ditanam, beri pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 10 kg ke dalam masing-masing lubang tanam.

Selanjutnya Salak Pondoh (Bagian 2-Habis) : Cara Jitu Pemeliharaan Salak Pondoh, Cek Disini!

 

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana