logo


NASA Bakal Bangun Reaktor Nuklir di Bulan pada 2030

Badan antariksa AS, NASA, mengumumkan bahwa mereka akan membangun fasilitas reaktor nuklir di Bulan untuk memungkinkan pengembangan kolonisasi manusia di luar Bumi

25 Juni 2022 10:46 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi AFP

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, dikabarkan telah memberikan tiga kontrak desain untuk reaktor nuklir yang dapat dioperasikan di Bulan dalam upayanya untuk kembali dan akhirnya membangun pemukiman manusia yang permanen di luar planet Bumi.

Departemen Energi bekerja sama dengan NASA dalam proyek tersebut, yang juga berharap Bulan dan Planet Mars juga bisa dirubah menjadi tempat tinggal bagi manusia di masa depan.

Media Rusia, Sputniknews melaporkan bahwa rencananya adalah memiliki reaktor fisi nuklir di Bulan pada tahun 2030 sebagai bagian dari proyek Artemis badan tersebut.


Lithuania Blokir Transit Barang dari Rusia ke Kaliningrad, Moskow Salahkan AS

"Kontrak desain masing-masing bernilai $5 juta dan diberikan kepada Lockheed Martin, Westinghouse dan XI, sebuah kolaborasi dari X-Energy dan Intuitive Machines," tulis media Rusia itu.

Hanya saja, desain potensial sejauh ini belum diungkapkan oleh perusahaan, tetapi ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh desain itu agar NASA dapat memilih desain yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di luar dunia itu.

Reaktor nuklir harus kuat, dan mampu menghasilkan setidaknya 40 kilowatt daya, dan cukup tahan lama untuk beroperasi selama sepuluh tahun di permukaan bulan. Namun, ukuran reaktor itu juga harus kecil. Pembangkit listrik perlu dibangun di Bumi dan dibawa oleh roket ke Bulan, sehingga beratnya harus kurang dari 13.200 pon dan muat dalam silinder selebar 12 kaki.

Jika berhasil, sistem serupa dapat digunakan untuk memungkinkan perjalanan ruang angkasa jarak jauh dan perjalanan potensial ke Planet Mars. NASA mengatakan sistem serupa juga dapat digunakan untuk menciptakan kolonisasi manusia di Mars di masa depan.

Eropa Bakal Dilanda Krisis Energi pada Musim Dingin, Begini Respons AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia