logo


Salak Pondoh (Bagian 2-Habis) : Cara Jitu Pemeliharaan Salak Pondoh, Cek Disini!

Untuk memperoleh buah yang berukuran besar, maka bila tandan sudah mulai rapat perlu dilakukan penjarangan

4 Juni 2015 10:32 WIB

Salak pondoh pada hakikatnya merupakan tanaman yang memerlukan banyak air. (ist)
Salak pondoh pada hakikatnya merupakan tanaman yang memerlukan banyak air. (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Salak pondoh pada hakikatnya merupakan tanaman yang memerlukan banyak air, sehingga dapat tumbuh baik di wilayah dengan curah hujan cukup tinggi, atau setidaknya area dengan sistem pengaliran air (irigasi) yang baik, serta upayakan lahan yang dipersiapkan untuk menanam salak pondoh tersebut dekat dengan sumber air.

Sebelum menanam salak pondoh, persiapkan lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm dengan jarak tanam 2 x 2 sampai 2,5 x 2,5 meter untuk sistem monokultur, dan jarak 1,5 x 1,5 meter untuk sistem polikultur.

Setelah selesai ditanam, tanaman salak perlu dipelihara dengan benar dan teratur sehingga diperoleh produksi kebin yang baik dan produktif. Pemeliharaan ini dilakukan sampai berakhirnya masa produksi tanaman salak.


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Untuk memperoleh buah yang berukuran besar, maka bila tandan sudah mulai rapat perlu dilakukan penjarangan. Biasanya penjarangan dilakukan pada bulan ke 4 atau ke 5. Penyulaman dilakukan pada tanaman muda atau yang baru ditanam, tetapi mati atau pertumbuhannya kurang bagus atau kerdil, atau misalnya terlalu banyak tanaman betinanya. Untuk keperluan penyulaman kita perlu tanaman cadangan (biasanya perlu disediakan 10%) dari jumlah keseluruhan, yang seumur dengan tanaman lainnya. Awal musim hujan sangat tepat untuk melakukan penyulaman. Tanaman cadangan dipindahkan dengan cara putaran, yaitu mengikutsertakan sebagian tanah yang menutupi daerah perakarannya. Sewaktu membongkar tanaman, bagian pangkal serta tanahnya kita bungkus dengan plastik agar akar-akar di bagian dalam terlindung dari kerusakan, dilakukan dengan hati-hati.

Langkah pemeliharaan selanjutnya adalah penyiangan. Penyiangan adalah membuang dan membersihan rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di kebun salak. Tanaman pengganggu yang lazim di sebut gulma ini bila tidak diberantas akan menjadi pesaing bagi tanaman salak dalam memperebutkan unsur hara dan air. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan setelah bibit ditanam, penyiangan berikutnya dilakukan tiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur setahun. Setelah itu penyiangan cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam satu tahun, dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan.

Sambil melakukan penyiangan, dilakukan pula penggemburan dan pembumbunan tanah ke pokok tanaman salak. Hal ini dilakukan untuk menghemat ongkos kerja juga untuk efisiensi perawatan. Tanah yang digemburkan dicangkul membentuk gundukan atau bumbunan yang berfungsi untuk menguatkan akar dan batang tanaman salak pada tempatnya. Bumbunan jangan sampai merusak parit yang ada.

Selain itu, daun-daun yang sudah tua dan tidak bermanfaat harus dipangkas. Juga daun yang terlalu rimbun atau rusak diserang hama. Tunas-tunas yang terlalu banyak harus dijarangkan, terutama mendekati saat-saat tanaman berbuah (perempalan). Dengan pemangkasan, rumpun tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga kebun yang lembab serta pengap akibat sirkulasi udara yang kurang lancar diperbaiki. Pemangkasan juga membantu penyebaran makanan agar tidak hanya ke daun atau bagian vegetatif saja, melainkan juga ke bunga, buah atau bagian generatif secara seimbang.

Pemangkasan dilakukan setiap 2 bulan sekali, tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan kita lakukan lebih sering, yaitu 1 bulan 1 kali. Apabila dalam rumpun salak terdapat beberapa anakan, lakukanlah pengurangan anakan menjelang tanaman berbuah. Satu rumpun salak cukup kita sisakan 1 atau 2 anakan. Jumlah anakan maksimal 3-4 buah pada 1 rumpun. Bila lebih dari itu anakan akan mengganggu produktivitas tanaman. Pemangkasan daun salak sebaiknya sampai pada pangkal pelepahnya. Jangan hanya memotong setengah atau sebagian daun, sebab bagian yang disisakan sebenarnya sudah tidak ada gunanya bagi tanaman. Pemangkasan pada saat lewat panen harus tetap dilakuakan. Alat pangkas sebaiknya menggunakan golok atau gergaji yang tajam. Pemangkasan yang dilaksanakan pada waktu dan cara yang tepat akan membantu tanaman tumbuh baik dan optimal.

Untuk pemupukannya sendiri, menggunakan pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yang sering diberikan ke tanaman salak adalah pupuk kandang. Adapun langkah pemupukannya sebagai berikut :

  • Umur 0-12 bulan (1 x sebulan) : Pupuk kandang 1.000 gram, Urea 5 gram, TSP 5 gram, KCl 5 gram
  • Umur 12-24 bulan (1 x 2 bulan) : Urea 10 gram, TSP 10 gram, KCl 10 gram
  • Umur 24-36 bulan (1 x 3 bulan) : Urea 15 gram, TSP 15 gram, KCl 15 gram
  • Umur 36-dst (1 x 6 bulan) : Urea 20 gram, TSP 20 gram, KCl 20 gram

Panen perdana salak pondoh dengan menggunakan bibit cangkokan vegetatif dimulai pada usia tanaman berumur 2-3 tahun. Pemetikan buah biasanya juga dilakukan setelah 7-8 bulan sejak terjadinya penyerbukan. Untuk pemetikan buah tidak dipilih satu per satu tapi dipotong bersama tandannya.

Kelebihan sifat tanaman salak ini dapat berbunga sepanjang tahun, dengan catatan pemeliharaannya secara intensif. Namun demikian biasanya dalam satu tahun panen besarnya hanya dua kali yaitu bulan Desember/Januari dan bulan Juni/Juli.

Nah, apakah Anda tertarik membudidaykan salak pondoh ini? Semoga bermanfaat ya! (berbagai sumber)

Baca juga Salak Pondoh (Bagian 1) : Ingat, Penggunaan Bibit Unggul Mutlak Diperhatikan

 

 

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana