logo


Inflasi Meroket dan Kurangnya Pasokan Energi, PM Swedia: Kami Berada dalam Situasi yang Sulit

PM Swedia mengatakan bahwa Uni Eropa kini tengah berada di dalam situasi ekonomi yang sulit karena tingkat inflasi yang semakin tinggi dan kurangnya pasokan komoditas energi dari Rusia

24 Juni 2022 22:43 WIB

Swedia
Swedia istimewa

STOCKHOLM, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson pada Jumat (24/6) mengatakan bahwa Uni Eropa berada dalam "situasi ekonomi yang sulit" di tengah melonjaknya tingkat inflasi dan persediaan energi yang terbatas, dengan kekurangan gas dan listrik yang mempengaruhi rumah tangga di seluruh Eropa.

"Kami benar-benar berada di dalam situasi ekonomi yang sulit dengan inflasi dan dengan kekurangan gas dan listrik, jadi ya, kami berada dalam situasi yang sulit dan sangat penting bahwa kita dapat melakukan diskusi ini, ini adalah sesuatu yang mempengaruhi rumah tangga di seluruh Eropa. waktu yang sama," kata Andersson menjelang hari kedua KTT Uni Eropa di Brussels, dikutip Sputniknews.

Kebijakan sanksi terhadap komoditas energi, serta gangguan rantai pasokan asal Rusia diketahui telah menyebabkan inflasi dan kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya di banyak negara di Eropa dan sekitarnya.


Diambang Krisis Gas, Seluruh Sektor Industri Jerman Bakal Terpaksa Dihentikan

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Uni Eropa setelah Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina pada 24 Februari kemarin. Sejak saat itu, blok tersebut secara bertahap memberlakukan enam paket sanksi yang memukul sektor perbankan, keuangan dan media Rusia. Kebijakan itu juga menargetkan para pejabat pemerintah dan anggota parlemen Rusia, serta komoditas minyak, meskipun hanya minyak yang dipasok melalui laut, bukan yang dikirim melalui jalur pipa darat.

Beberapa pemimpin Eropa bahkan telah meminta Brussel untuk memasukkan gas Rusia ke dalam paket ketujuh sanksi tersebut di masa depan.

Uni Eropa Diminta Segera Cabut Kebijakan Sanksi Anti-Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia