logo


Kebijakan Sanksi Negara Barat Rusak Kerjasama Rusia dengan Organisasi Kemanusiaan

Dubes Rusia mengatakan bahwa kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara barat sudah berdampak buruk terhadap kerjasama Rusia dengan organisasi kemanusiaan

24 Juni 2022 12:15 WIB

Sidang Dewan Keamanan PBB
Sidang Dewan Keamanan PBB Al Jazeera

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia pada Kamis (23/6) mengatakan bahwa kebijakan sanksi yang diberlakukan oleh negara-negara barat terhadap Rusia sudah mempengaruhi kerjasama Rusia dengan organisasi kemanusiaan, serta merusak rantai pasokan barang dan keuangan.

Hal itu ia sampaikan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas soal masalah Afghanistan pada hari Kamis (23/6).

“Rusia, sebagai teman dan tetangga Afghanistan, secara tradisional memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara itu melalui badan-badan PBB yang relevan. Melalui saluran bilateral, kami juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, pakaian hangat, dan obat-obatan. Sangat disesalkan bahwa sanksi ilegal terhadap negara kita mempengaruhi, khususnya, kerja sama kita dengan organisasi kemanusiaan, menghancurkan logistik dan rantai keuangan," katanya.


Vladimir Putin Sebut Krisis Ekonomi Global Bisa Dipulihkan dengan Cara Ini

Nebenzia juga menyatakan belasungkawa atas gempa baru-baru ini yang merenggut lebih dari 1.000 nyawa di Afghanistan. Dia mencatat bahwa situasi sosial ekonomi di negara itu terus menurun selama enam bulan terakhir.

"Situasi kemanusiaan yang sudah tegang telah diperburuk oleh "kelumpuhan" sistem perbankan (Afghanistan)," kata duta besar, seraya menambahkan bahwa "beberapa negara" dengan sengaja "menghambat" dimulainya kembali pekerjaan operator keuangan Afghanistan dengan sistem perbankan internasional dan pencairan aset nasional negara Asia Barat itu.

Nebenzia menambahkan Rusia bermaksud untuk terus memberikan semua bantuan yang masih mungkin mereka berikan kepada rakyat Afghanistan untuk mengurangi dampak krisis sosial-ekonomi di negara itu.

Ukraina Dapat Status sebagai Kandidat Anggota Uni Eropa, Belgia: Simbolis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia