logo


Ukraina Dapat Status sebagai Kandidat Anggota Uni Eropa, Belgia: Simbolis

PM Belgia mengatakan bahwa pemberian status kandidat anggota Uni Eropa terhadap Ukraina hanya bersifat simbolis

24 Juni 2022 11:45 WIB

Bendera Ukraina dan Uni Eropa
Bendera Ukraina dan Uni Eropa https://www.europarl.europa.eu/

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo pada Kamis (23/6) mengatakan bahwa pemberian status kandidat anggota Uni Eropa kepada Ukraina adalah "pesan simbolis" penting untuk mendukung Kiev di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia. Hanya saja, lanjutnya, masih dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan "banyak reformasi" bagi Ukraina untuk bisa mendapatkan status sebagai negara anggota blok barat itu.

Ukraina diperkirakan akan diberikan status kandidat selama KTT Dewan Eropa yang saat ini sedang berlangsung. Pada Kamis (23/6) rencana pemberian status negara kandidat terhadap Ukraina itu mendapat dukungan dari parlemen Uni Eropa.

Berbicara menjelang KTT Uni Eropa, De Croo menegaskan kembali dukungan Belgia untuk aspirasi keanggotaan UE di Kiev.


Soal Pemblokiran Transit Barang Rusia-Kaliningrad, Uni Eropa Bilang Begini

“Ukraina berjuang untuk nilai-nilai kami, untuk nilai-nilai demokrasi, keamanan, dan perdamaian kami. Memberi sinyal kepada penduduk Ukraina dengan status kandidat adalah pesan simbolis yang sangat penting,” kata De Croo.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa proses aksesi yang sebenarnya ke dalam blok tersebut akan menjadi jalan yang bergelombang karena negara tersebut harus menangani berbagai masalah untuk memenuhi standar Uni Eropa.

“Ini tidak berarti bahwa Ukraina akan segera menjadi bagian dari Uni Eropa. Ini adalah proses bertahun-tahun dengan banyak reformasi yang akan sangat sulit dan bagi kami sangat penting untuk memberikan sinyal simbolis yang kuat,” jelas De Croo.

Vladimir Putin Sebut Krisis Ekonomi Global Bisa Dipulihkan dengan Cara Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia