logo


Soal Pemblokiran Transit Barang Rusia-Kaliningrad, Uni Eropa Bilang Begini

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan jika pemblokiran transit barang dari dan ke wilayah Kaliningrad tidak dimanfaatkan oleh Rusia untuk menghindari kebijakan sanksi

24 Juni 2022 10:45 WIB

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell the Guardian

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell pada Kamis (23/6) mengatakan bahwa Uni Eropa tidak bermaksud memblokir semua pengiriman barang menuju wilayah Kaliningrad. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau ulang pedoman sanksi untuk menghindari "pemblokiran" sepenuhnya lalu lintas masuk dan keluar dari wilayah itu.

Menurut Borrell, tindakan pemerintah Lithuania untuk membatasi transit ke dan dari Kaliningrad, yang dilaksanakan di bawah pedoman Komisi UE, ditujukan terutama untuk mencegah pengelakan sanksi anti-Rusia yang dikenakan atas konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Kami ingin membuat kontrol yang bisa mencegah segala jenis penghindaran sanksi, dan tidak mencegah lalu lintas. Dan Komisi [Eropa] dan Layanan Tindakan Eksternal Eropa akan meninjau pedoman untuk mengklarifikasi bahwa kami tidak ingin memblokir atau mencegah lalu lintas antara Rusia dan Kaliningrad, ” kata diplomat itu dalam sebuah konferensi pers, dikutip RT.com.


Rusia Bakal Upayakan Pemulihan Perjanjian Nuklir Iran

"Ada beberapa barang yang dikendalikan dan pengendalian ini harus dilakukan secara cerdas dan cermat untuk mengendalikan sanksi, tetapi tidak menghalangi lalu lintas antara Kaliningrad dan Rusia," tambahnya.

Selama akhir pekan, operator kereta api nasional Lituania melarang pengiriman barang yang dikenai sanksi dari Rusia menuju wilayah Kaliningrad, atau sebaliknya.

Menurut otoritas Kaliningrad, pembatasan itu diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 50% aliran kargo antara eksklave dan seluruh Rusia, dan menghentikan lalu lintas perjalanan.

Sementara itu, pejabat tinggi Rusia berjanji untuk menanggapi tindakan "permusuhan" tersebut. Kepala Dewan Keamanan Rusia, Nikolay Patrushev, menjanjikan langkah pembalasan yang akan "memiliki dampak negatif yang serius pada rakyat Lituania."

“Tentu saja, Rusia akan menanggapi tindakan bermusuhan itu. Langkah-langkah yang tepat sedang dikerjakan, dan akan diadopsi dalam waktu dekat,” kata Patrushev.

Jalur Pipa Gas Rusia Berhenti Beroperasi 10 Hari, Jerman Kalang Kabut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia