logo


Jalur Pipa Gas Rusia Berhenti Beroperasi 10 Hari, Jerman Kalang Kabut

Pemerintah Jerman dikabarkan khawatir jika pasokan gas Rusia dihentikan secara total meski proses pemeliharaan jalur pipa gas Nord Stream 1 sudah selesai

24 Juni 2022 10:18 WIB

Jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2
Jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2 Sputnik

BERLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Jerman dikabarkan khawatir dengan proses maintenance atau pemeliharaan yang dilakukan terhadap jalur pipa gas Rusia Nord Stream 1. Menurut laporan Financial Times pada Kamis (23/6), Berlin khawatir jika pasokan gas dari Rusia ke Jerman akan disetop meski proses maintenance sudah selesai.

Menurut surat kabar tersebut, pengurangan 60% aliran gas oleh Gazprom minggu lalu karena masalah suku cadang menambah kekhawatiran bahwa pasokan mungkin akan ditutup sepenuhnya. Ini terjadi ketika Eropa sedang mencoba untuk menambah cadangan gasnya menjelang musim dingin.

Pipa gas Nord Stream 1 Gazprom menjalani pemeliharaan setiap tahun pada pertengahan Juli. Tanggal pekerjaan dikonfirmasi awal bulan ini akan berlangsung dari 11 Juli hingga 21 Juli. Badan Jaringan Federal Jerman memperingatkan bahwa selama periode 10 hari itu, pengangkutan gas melalui pipa tidak mungkin dilakukan.


Bak Pedang Bermata Dua, Presiden China Sebut Sanksi Anti-Rusia juga Rugikan Negara Barat

Dalam beberapa tahun terakhir, kekurangan pasokan terkait pemeliharaan melalui Nord Stream dikompensasi oleh peningkatan arus melalui Ukraina atau Polandia. Namun, berbagai pejabat dan perwakilan industri mengatakan kepada FT bahwa mereka khawatir Rusia tidak akan melakukannya kali ini, sehingga Eropa jelas akan menghadapi kekurangan gas.

Pemerintah Jerman pada hari Kamis mengumumkan tingkat "alarm" kedua dari rencana darurat gas. Menurut Badan Jaringan Federal, situasi pasokan gas saat ini masih stabil tetapi jika pasokan Rusia melalui pipa Nord Stream 1 tetap pada tingkat rendah saat ini, Jerman akan berjuang untuk mengisi penyimpanannya hingga 90% pada Desember, terlebih tanpa tindakan tambahan.

Rusia Bakal Upayakan Pemulihan Perjanjian Nuklir Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia