logo


Rusia Bakal Upayakan Pemulihan Perjanjian Nuklir Iran

Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha membantu memulihkan perjanjian nuklir Iran 2015 atau yang juga dikenal sebagai perjanjian JCPOA

23 Juni 2022 22:45 WIB

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov Sputniknews

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pada Kamis (23/6) mengatakan bahwa Rusia akan terus melanjutkan upayanya untuk memulihkan perjanjian nuklir Iran 2015 atau yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Berbicara pada konferensi pers di Teheran, Lavrov mengatakan tidak ada kepastian bahwa AS akan kembali mengimplementasikan aturan kesepakatan JCPOA.

"Kami akan mengupayakan pemulihan JCPOA secara eksklusif dalam konfigurasi aslinya, seperti yang disetujui pada tahun 2015 oleh resolusi Dewan Keamanan PBB tanpa pencabutan, tanpa tambahan," kata Lavrov, dikutip Anadolu Agency.


Iran Minta Konflik Ukraina Diselesaikan secara Diplomatik

Dia menambahkan bahwa pemulihan ini berarti "semua sanksi ilegal anti-Iran harus dicabut."

Saat ditanya tentang ekspor gandum dari Ukraina, Lavrov mengatakan bahwa bahkan AS dan organisasi internasional mengakui bahwa tidak ada hubungan langsung antara operasi militer khusus Rusia dan masalah pengiriman produk Ukraina ke pasar global.

"Upaya PBB dan Turki dalam mengatur ekspor biji-bijian akan berhasil sejak lama jika Ukraina telah memecahkan masalah pembersihan ranjau. Rusia, pada bagiannya, menjamin keselamatan kapal yang berlayar dari pelabuhan Ukraina ke Bosphorus," jelasnya.

Pada kesempatan itu, diplomat top Rusia itu juga mengutuk serangan Israel terhadap bandara sipil di Damaskus, Suriah. Serangan itu, katanya, membuat pengiriman bantuan kemanusiaan menjadi tidak mungkin untuk dilakukan.

Dia mengingatkan bahwa Rusia menuntut Israel untuk mematuhi resolusi PBB tentang bantuan kemanusiaan ke Suriah dan mengangkat masalah itu di Dewan Keamanan PBB.

 

Bak Pedang Bermata Dua, Presiden China Sebut Sanksi Anti-Rusia juga Rugikan Negara Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia