logo


Menlu Perancis: Ukraina Tidak Akan Menjadi Anggota Uni Eropa Besok Pagi

Menteri Luar Negeri Perancis untuk Urusan Eropa mengatakan bahwa Ukraina memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa berkesempatan bergabung dengan Uni Eropa

22 Juni 2022 23:00 WIB

Bendera Ukraina dan Uni Eropa
Bendera Ukraina dan Uni Eropa https://www.europarl.europa.eu/

PARIS, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Perancis untuk Urusan Eropa Clement Beaune kembali memperingatkan bahwa Ukraina seharusnya tidak berharap menemukan jalur cepat untuk bisa mendapatkan status keanggotaan Uni Eropa meskipun ada konsensus untuk memberikannya status sebagai negara kandidat.

Berbicara dengan radio Europe 1 Prancis pada hari Rabu (22/6), Beaune mengatakan ada "konsensus total" di antara anggota Uni Eropa bahwa Ukraina memenuhi syarat untuk menjadi negara kandidat. Pejabat itu menambahkan bahwa dia mengharapkan ini secara resmi “dikonfirmasi pada hari Kamis dan Jumat.”

Pada 23-24 Juni, para kepala negara dan pemerintahan dari 27 negara anggota UE akan berkumpul di Brussel, dimana mereka akan membahas soal keanggotaan Ukraina, Moldova, dan Georgia dalam blok tersebut.


Kebijakan Sanksi Anti-Rusia Bakal Bikin AS dan Negara Barat Merugi

"Ini adalah proses yang panjang, Ukraina tidak akan menjadi anggota Uni Eropa besok pagi," kata Beaune, dikutip RT.com.

Beaune menekankan bahwa Kiev tidak akan diberikan “prosedur atau hak istimewa yang dipercepat,” menambahkan bahwa parlemen Perancis berhak memutuskan apakah Paris akan kembali memberikan status negara kandidat anggota Uni Eropa bagi Ukraina.

Ia mencatat bahwa untuk menjadi anggota Uni Eropa, sebuah negara “harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat dalam hal memerangi korupsi, supremasi hukum, pluralisme media, tingkat ekonomi.”

Ukraina perlu mengakhiri perang dan membangun kembali negara, lanjut Beaune, sebelum negara Eropa Timur itu berkesempatan untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Ini bukan pertama kalinya seorang pejabat tinggi Perancis memperingatkan Ukraina bahwa mereka tidak dapat berharap untuk bergabung dengan Uni Eropa dalam waktu dekat.

Pada awal Mei kemarin, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyarankan untuk menciptakan “komunitas politik Eropa” yang akan mencakup sejumlah negara calon anggota Uni Eropa seperti Ukraina, Moldova, dan Georgia, yang akan diberikan fasilitas tertentu.

Macron berpendapat bahwa meskipun sangat penting bagi Uni Eropa untuk tidak mengasingkan negara-negara itu, kemungkinan besar mereka masih perlu waktu hingga bertahun-tahun untuk menjadi negara anggota, bahkan jika diberi “status kandidat besok.”

Rusia Desak Lithuania Cabut Kebijakan Larangan Transit Barang ke Kaliningrad

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia