logo


Jokowi Kunjungi Ukraina-Rusia, Menlu: Mencoba Berkontribusi, Tidak Memilih untuk Diam

Jokowi ingin berkontribusi dalam mendorong spirit perdamaian

22 Juni 2022 13:15 WIB

Retno Marsudi
Retno Marsudi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Ukraina dan Rusia. Retno mengatakan bahwa Jokowi akan bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Presiden Jokowi direncanakan akan mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia. Kunjungan ke dua negara ini merupakan kunjungan yang dilakukan dalam situasi yang tidak normal. Kita paham situasi saat ini masih sangat sangat-sangat complicated," kata Retno dalam press briefing secara virtual, Rabu (22/6).

"Dalam kunjungan ke Kiev dan Moskow, tentunya Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Zelenskiy dan Presiden Putin," lanjutnya.


Ingin Selesaikan Konflik dengan Negosiasi, Turki Hentikan Pengiriman Senjata ke Ukraina?

Jokowi akan melakukan kunjungan tersebut setelah menghadiri KTT G7 di Jerman pada tanggal 26-27 Juni. Retno mengatakan bahwa Jokowi ingin berkontribusi dalam konflik Rusia-Ukraina.

"Dunia juga paham mengenai kompleksitas masalah yang ada. Meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan salah satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam. Presiden Jokowi akan merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut," jelasnya.

Retno mengatakan bahwa Jokowi ingin berkontribusi dalam mendorong spirit perdamaian. Dalam kunjungannya, Jokowi akan menindaklanjuti kerja sama di bidang ekonomi.

"Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan berpendapatan rendah, dan terus mendorong spirit perdamaian," tuturnya.

"Kunjungan dimaksudkan untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang ekonomi antara kedua negara," lanjutnya.

Konflik Ukraina-Rusia Bikin Harga Gas di Jerman Meroket

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata