logo


Iran Berniat Lanjutkan Negosiasi Pemulihan Perjanjian Nuklir

Juru bicara Kemenlu Iran mengatakan bahwa pihaknya berniat melanjutkan proses negosiasi pemulihan perjanjian nuklir JCPOA, dan mendesak AS untuk segera mencabut kebijakan sanksi

21 Juni 2022 10:15 WIB

Juru bicara Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh
Juru bicara Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kemenlu Iran Said Khatibzadeh, pada Senin (20/6) mengatakan bahwa Iran akan melanjutkan negosiasi soal pemulihan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) meskipun Washington enggan memenuhi persyaratan yang sebelumnya diajukan oleh Teheran, yakni dengan mencabut semua sanksi anti-Iran.

"Terlepas dari semua pelanggaran Amerika dan kelanjutan dari pendekatan (mantan presiden AS Donald) Trump, kereta ini (pembicaraan JCPOA) belum tergelincir," kata Khatibzadeh pada konferensi pers, seperti dikutip oleh kantor berita Iran Tasnim.

"Jika Amerika Serikat setuju untuk mencabut semua sanksi dan memulai negosiasi, Iran akan bergerak menuju kesepakatan juga," ujarnya seraya menambahkan bahwa lebih banyak sanksi terhadap Iran hanya akan memperburuk situasi bagi AS.


Presiden AS Sebut Ukraina Sangat Mungkin Jadi Negara Anggota Uni Eropa

JCPOA adalah kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 2015 oleh Iran, Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa. Di bawah perjanjian itu, Iran harus mengurangi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Namun, pada tahun 2018 atau di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, AS secara sepihak keluar dari JCPOA dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, yang membuat Iran secara bertahap melakukan pelanggaran demi pelanggaran atas aturan perjanjian tersebut.

Setelah pergantian pemerintahan di AS pada 2021 kemarin, kedua negara menyatakan minatnya untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu. Beberapa putaran pembicaraan nuklir internasional telah berlangsung di Wina, Austria sejak April 2021, sebelum ditunda pada Maret tahun ini.

 

Sebut Vladimir Putin Ingin Eropa Terpecah, Kanselir Jerman: Dia Tidak Akan Bisa Melakukan Itu

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia