logo


Gerindra PKB Kian Mesra, Kiai Maman: Pasangan Prabowo-Muhaimin Paling Ideal untuk Indonesia

Kiai Maman gembira dengan komunikasi intensif yang dijalin PKB dan Gerindra

19 Juni 2022 12:55 WIB

Prabowo Subianto dan Maman Imanulhaq
Prabowo Subianto dan Maman Imanulhaq dok. jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dagdigdug menunggu hasil koalisi bikin semua serba tak pasti. Siapa yang dapat jatah capres/cawapres RI, masih belum juga ada yang mendeklarasi. Namun tanda-tanda semakin kentara kala PKB dan Gerindra terlihat kian mesra.

Seperti malam Jumat (16/6) lalu, di acara 7 hari wafatnya KH Dimyati Rois. Waketum PKB Jazilul Fawaid dan Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq menemani Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat berziarah ke makam Mbah Dimyati.

Apalagi, malam tadi (18/6), ketua umum kedua partai yakni Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar juga mengadakan jamuan makan malam bersama di Kertanegara.


PKB dan Gerindra Bertemu, PKS: Biasa Saja, Semua Sedang Penjajakan

"Sebagai ketua umum partai baik Gus Muhaimin dan Pak Prabowo tentunya membuka lebar jalur komunikasi. Bila nantinya pasangan Prabowo-Gus Muhaimin jadi berkoalisi, ini kabar gembira untuk kita semua karena keduanya adalah kader terbaik bangsa dan pasangan ideal untuk Indonesia raya," kata Kiai Maman kepada wartawan, Minggu (19/6).

Kiai Maman pun mengaku gembira dengan komunikasi intensif yang dijalin PKB dan Gerindra, apalagi bila sampai Prabowo-Gus Muhaimin jadi diusung koalisi. Menurutnya perpaduan antara Prabowo dan Gus Muhaimin adalah pasangan ideal untuk memimpin negara.

"Saat saya diminta untuk memimpin doa di depan pusara Mbah Dim, terbayang dalam ingatan saya bahwa Indonesia harus memiliki sinergi pemimpin yang kuat, nasionalis-agamis, tentara dan sipil, maka. Wajah Pak Prabowo dan Gus Muhaimin yang terbersit kala itu," kata Kiai Maman menambahkan.

Dalam pilpres nanti pun, Kiai Maman memprediksi setidaknya ada 4 pasangan calon yang ia predikisi bakal terbentuk baik dari usungan partai sendiri ataupun dari koalisi. PDIP, katanya, sebagai satu-satunya pemilik 'golden ticket' diprediksi bakal mengusung pasangannya sendiri. Nama Ganjar-Puan jadi opsi paling logis mengatasi prahara di tubuh banteng.

Sementara, pasangan lain yakni Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar. Sudah pasti pasangan ini diusung Gerindra dan PKB. Basis nasionalis-Islam, militer-sipil, jadi nilai lebih bila keduanya jadi berkongsi.

Nama lainnya datang dari KIB. 3 partai yang telah berikrar bersama senasib seperjuangan, Golkar, PAN, dan PPP diprediksi mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Soal siapa pasangannya, kuat dugaan diisi oleh bos BUMN, Erick Thohir.

Terakhir adalah pasangan Anies-AHY. Duet ini tinggal diusung oleh Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS. Apalagi SBY dan Surya Paloh sudah mulai proses penjajakan, sementara PKS dan Partai Demokrat punya sejarah manis menikmati 2 periode kekuasaan.

Untuk diketahui, Kiai Maman, selain sebagai seorang praktisi politik, dikenal juga sebagai santri yang rajin silaturahmi, baik kepada sesama tokoh politik atau kepada para sesepuh agama, budaya, dan adat yang dihormati.

Sebagai pendukung utama Jokowi, Kiai Maman pun sempat mengecap posisi Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin. Tak heran, Kiai Maman sangat paham dinamika politik dan komunikasi para elite partai politik di RI.

Bertemu PKB, Gerindra: Tidak Menutup Kemungkinan Kerja Sama dengan Parpol Lain

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati