logo


Bangun Smelter, Harita Rogoh Kocek 4,16 T

Melalui anak perusahaannya, PTMSP, Harita Group bakal bangun smelter di Pulau Obi, Maluku Utara.

3 Juni 2015 15:35 WIB

Smelter (Ist)
Smelter (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anak perusahaan dari Harita Group, PT Megah Surya Pertiwi (PTMSP), akan membangun proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) nikel di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Investasi proyek tersebut ditaksir berkisar US$ 320 juta atau setara dengan Rp 4,16 triliun.

Menurut General Manager Nickel Smelter Project Harita Handrijono, kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral ini merupakan bentuk komitmen Harita Group untuk meningkatkan nilai tambah mineral.

"Kami berharap proyek pembangunan smelter ini dapat didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta masyarakat setempat," ungkap Handrijono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6).


Warga Desa Sungai Bemban Pertanyakan Izin Tambang Galian C

Handrijono menjelaskan, teknologi yang dipakai dalam pembangunan smelter ini adalah Rotary Kiln Submerge Arc Furnace (RK-SAF) yang terdiri dari tiga line dan memerlukan daya listrik sebesar 120 Megawatt (MW). Dengan teknologi ini, Handrijono meyakini, bahwa PTMSP akan menghasilkan 100 ribu ton Ferronickel per tahun.

"Untuk kebutuhan tenaga listrik, PTMSP akan membangun PLTU secara mandiri terdiri dari tiga unit pembangkit dengan kapasitas 120 mw sesuai kebutuhan smelter," paparnya.

Untuk mewujudkan pembangunan smelter tersebut, PTMSP menggandeng perusahaan dari Singapura seperti Xinxing Ductile Iron Pipes (Singapore) Pte. Ltd, Qiyun Investment Holdings Pte. Ltd dan Corsa Investments Pte. Ltd. Selain itu, PTMSP juga menggandeng perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok, yakni Xinxing Ductile Iron Pipes Co., Ltd.

Per Januari 2020 Bijih Nikel Dilarang Diekspor

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin