logo


Pengiriman Gandum Ukraina Terhambat, AS Kembali Desak Rusia Buka Akses Jalur Perdagangan

Menteri Pertanian Amerika Serikat mengatakan bahwa bahan makanan tidak bisa digunakan sebagai senjata

17 Juni 2022 15:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Sputniknews

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Pertanian Amerika Serikat Tom Vilsack, pada Kamis (16/6) meminta pemerintah Rusia segera membuka pelabuhan Ukraina untuk mengizinkan ekspor jutaan ton biji-bijian Ukraina.

“Mereka harus segera bertindak untuk membuka pelabuhan-pelabuhan itu dan mereka harus mengakhiri perang ini,” kata Vilsack kepada wartawan di markas PBB, dikutip AFP.

“Ini adalah hal yang serius, kita tidak boleh menggunakan (bahan) makanan sebagai senjata,” katanya.


Atasi Krisis Pangan Global, AS Harus Kerjasama dengan Rusia

Menurut laporan media, PBB sendiri telah melakukan pembicaraan mendalam dengan pemerintah Rusia, Ukraina dan Turki selama berminggu-minggu tentang rencana pembukaan kembali jalur perdagangan Laut Hitam, yang sejak Februari lalu diblokade oleh pasukan Rusia. Blokade tersebut membuat kapal kargo komersial tidak bisa membawa gandum Ukraina ke pasar global.

Dengan harga gandum yang melonjak secara internasional dan importir utama di Timur Tengah dan Afrika menghadapi kekurangan pasokan, Moskow menuntut agar sanksi ekonomi dicabut sebelum mereka bisa melanjutkan ekspor gandum.

Namun menurut Vilsack, kebijakan sanksi AS dan Eropa tidak berlaku untuk biji-bijian dan pupuk Ukraina.

Mengatasi pembicaraan yang sedang berlangsung tentang masalah ini, Vilsack mengatakan dia berharap Rusia akan “menganggap ini serius dan bahwa mereka tidak hanya melakukan ini untuk menciptakan citra.”

Dia mendesak Moskow “untuk memastikan bahwa mereka bernegosiasi dengan itikad baik tentang pembukaan kembali pelabuhan dan mereka melakukannya dengan cepat. Karena kebutuhannya mendesak.”

Dukung Ukraina, Jerman Janji Akan Terus Kirimi Senjata

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia