logo


Sanksi Anti-Rusia Bakal Bikin AS dan Sekutunya Rugi

Juru bicara Kremlin memprediksi bahwa Amerika Serikat dan negara-negara yang memberlakukan kebijakan sanksi anti-Rusia akan mengalami kerugian dalam jangka panjang

17 Juni 2022 12:00 WIB

Presiden Vladimir Putin dan Juru Bicara Dmitry Peskov
Presiden Vladimir Putin dan Juru Bicara Dmitry Peskov istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan bahwa Amerika Serikat saat ini sudah mengambil langkah bermusuhan terhadap Rusia, yang lebih buruk daripada sikap mereka selama era Perang Dingin. Ia menambahkan bahwa langkah bermusuhan itu hanya akan merugikan Washington. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, RIA Novosti pada Kamis (16/6).

“Kami bahkan tidak mendekati puncak krisis,” kata Peskov, merujuk pada kerusakan ekonomi yang berasal dari kebijakan sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia.

“Atau lebih tepatnya mereka belum (mengalaminya). Kami berada dalam kondisi yang lebih stabil berkat langkah-langkah makroekonomi yang diambil oleh pemerintah (di Moskow),” tambahnya.


Polandia Desak NATO Kirim Lebih Banyak Senjata ke Ukraina

Menurut Peskov, tekanan saat ini terhadap Rusia belum pernah terjadi sebelumnya.

"Tidak ada hal semacam itu yang dilakukan bahkan selama Perang Dingin atau ke negara lain mana pun di Bumi. AS dan sekutunya berusaha untuk mencekik Rusia dengan pembatasan (kebijakan sanksi) mereka," tambahnya.

Peskov mengakui bahwa kebijakan sanksi anti-Rusia itu jelas menciptakan masalah bagi perekonomian Rusia dalam jangka pendek. Namun, lanjutnya, dalam jangka panjang kebijakan itu akan menyebabkan masalah yang sama seriusnya bagi negara-negara yang memberlakukannya.

“Orang-orang Eropa telah merasakannya lebih dari yang Amerika rasakan sejauh ini, tetapi beban ekonomi untuk memusuhi Rusia akan meningkat untuk mereka semua,” kata Peskov.

"Rusia memiliki semua alasan yang diperlukan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan AS setelah semua yang telah dilakukan Washington, tetapi tidak akan melakukannya," lanjutnya.

“Sambil menjaga fleksibilitas pada isu-isu konstruktif, kami akan melindungi kepentingan kami dan menuntut (Amerika Serikat) untuk menghormati keprihatinan dan kepentingan kami. Akan ada komunikasi dalam beberapa bentuk,” katanya.

Tunjukkan Dukungan bagi Ukraina, Tiga Presiden Negara Uni Eropa Kunjungi Kiev

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia