logo


Pembentukan Pansus Investasi Telkomsel ke GoTo Dinilai Melempem, CBA: Ada Aksi Saling Sikut di DPR

Mereka ibaratnya rebutan soal itu. Rebutan untuk bela rakyat sih bagus tapi kalau rebutan yang bukan kepentingan rakyat kurang eloklah

15 Juni 2022 10:03 WIB

uchok sky khadafi.
uchok sky khadafi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Center for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi menduga, melemahnya wacana pembentukan panitia khusus (pansus) Telkomsel ke GoTo yang digaungkan salah satu Komisi karena adanya ego sektoral antar komisi di DPR.

"Saya duga ada aksi saling sikut di internal DPR soal polemik investasi sejumlah perusahaan BUMN di perusahaan digital termasuk Telkom melalui anak usahanya Telkomsel yang berinvestasi di GoTo. Mereka ibaratnya rebutan soal itu. Rebutan untuk bela rakyat sih bagus tapi kalau rebutan yang bukan kepentingan rakyat kurang eloklah," kata Uchok di Jakarta. Selasa malam, .

Uchok juga mendorong agar ketua umum partai atau paling tidak Sekertaris Jenderal (Sekjen) memonitor langsung polemik investasi BUMN itu.


Wacana Pansus Jiwasraya, Sekjen PPP: Ini Bukan Tujuan Politis

"Mungkin sekjen-sekjen parpolnya mesti panggil anak buahnya di DPR dan tanyakan alasan pembentukan panja dalam menyikapi persoalan investasi Telkomsel ke GoTo. Rakyat menyaksikan dan memantau persoalan ini masalahnya. Panja kata rapat-rapat biasa saja kurang greget," tegas dia.

Uchok menduga bahwa pembentukan panja bisa jadi tanpa ada instruksi dari ketua fraksinya masing-masing.

"Ketua fraksi kan kepanjangan tangan partai. Partainya mestinya peka bahwa ini persoalan serius. Gak masuk akal persoalan seperti ini hanya diselesaikan lewat panja, terlalu terbatas daya jangkaunya," tandas dia.

Uchok juga menilai, pembentukan panja menyiratkan bahwa DPR seperti tunduk pada lembaga yang mestinya di awasinya.

"Masa DPR kalah sama Erick Thohir (ET). BUMN sudah kaya partai dibajak ET untuk kampanye, tapi DPR kalah sama ET, akibatnya tak ada pengawasan dan pansus juga menghilang seperti diusir DPR sendiri," sindir Uchok.

Singgung Kasus Asabri, Gerindra Sebut Belum Perlu Bentuk Pansus

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar