logo


Waspada Kalau Pakai ATM, Banyak Hacker Bisa Rampok Uang Anda

Indonesia saat ini menjadi negara nomer dua untuk tujuan serangan cyber

3 Juni 2015 13:42 WIB

Nasabah mengambil uang di ATM centre. (ist)
Nasabah mengambil uang di ATM centre. (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Transaksi elektronik di Indonesia akan meningkat 3x lipat pada tahun 2017 mendatang, hal tersebut akan menimbulkan  potensi munculnya kejahatan-kejahatan cyber. Nantinya Indonesia akan dihadapkan pada kejahatan jenis baru yang belum dikategorikan didalam perundang-undangan.

Oleh karena itu, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil meminta pemerintah mempercepat dibentuknya Badan Cyber Nasional (BCN) yang dapat memproteksi sekuritas transaksi elektronik di Indonesia. Karena pptensi gangguan di bidang perekonomian saat ini dianggap cukup besar.

"Saya pikir kita harus ambil tindakan tentang cyber security nasional yang efektif. Saya pikir di bidang ekonomi ancamannya luar biasa besar dan sampai saat ini belum ada lembaga yang terintegrasi," tuturnya di Acara Simposium Nasional Cybersecurity di Hotel Borobudur, Jakarta pada Rabu (3/6).


Diserang Hacker, Ekonomi Indonesia Bisa Lumpuh

Pada tahun 2005, dirinya pernah mengusulkan rencana untuk lembaga-lembaga pemerintah menggunakan jaringan tertutup. Hal ini akan memudahkan Kemkominfo untuk menjaga jaringan dengan mudah dan lebih murah. Karena bila dikumpulkan semua biaya internet di lembaga tersebut akan sangat besar namun sekuritinya berbeda satu sama lain.

"Dalam kondisi sekarang ini (pembentukan BCN) sangat mendesak. Bahkan bisa saja APBN 2016 atau 2017 bisa memberikan porsi," lanjutnya.

Seperti yang diketahui, Indonesia saat ini menjadi negara nomer dua untuk tujuan serangan cyber. Pertama ditempati oleh Vietnam, kemudian dibawah Indonesia ada Amerika Serikat, Tiongkok dan Filipina. Ada tiga negara ASEAN yang termasuk lima besar, hal ini tidak dipungkiri karena sistem pertahanan cyber yang lemah.

Perluas Jaringan ke Pelosok Daerah, BRI Bakal Luncurkan Teras BRI

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan