logo


Iran Copot 27 Kamera Pengawas di Fasilitas Nuklirnya, Perjanjian Nuklir Terancam

Kepala Badan Energi Atom Internasional mengatakan bahwa keputusan Iran untuk mencopot 27 kamera di fasilitas nuklirnya merupakan tantangan serius bagi perjanjian nuklir

10 Juni 2022 18:45 WIB

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, pada Kamis (9/6) mengatakan bahwa Iran sudah mencopot 27 kamera pengintai di fasilitas nuklir mereka, dimana itu merupakan "tantangan serius" bagi pekerjaan pengawas PBB di negara itu.

"Apa yang kami telah diberitahu adalah bahwa 27 kamera ... sedang dihapus di Iran," katanya kepada wartawan.

“Jadi ini tentu saja merupakan tantangan serius bagi kemampuan kami untuk terus bekerja di sana,” tambahnya.


Kongres AS Minta Washington Kurangi Ketergantungan pada Komoditas Mineral asal China dan Rusia

Grossi mengatakan jika solusi tidak ditemukan dalam tiga hingga empat minggu untuk masalah ini, ini akan menjadi "pukulan fatal" bagi perjanjian nuklir.

Iran mengumumkan minggu ini bahwa mereka memutuskan beberapa kamera IAEA yang memantau situs nuklirnya untuk mengantisipasi adopsi pengawas dari gerakan kecaman yang dirancang Barat pada hari Rabu.

Teheran pada hari Kamis mengutuk mosi itu sebagai "tidak konstruktif" dalam pertengkaran baru yang mengaburkan upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan yang membatasi kegiatan nuklirnya.

Grossi mengatakan sekitar 40 kamera tetap berada di republik Islam itu.

"Saya mengundang Iran untuk terlibat dengan saya segera... Kami berada dalam situasi yang sangat tegang," kata Grossi.

“Apakah ini berarti ini adalah akhir dari garis? Saya pikir ini seharusnya tidak terjadi. Belum... Semoga emosinya turun sedikit.”

 

Pendapatan Rusia di Sektor Minyak Meningkat pasca Operasi Militer ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia