logo


Atasi Hacker Iseng, Pemerintah Ingin Pakai Anak-Anak Muda Doyan Internet

Anak-anak muda tersebut memiliki kecakapan dalam mengikuti perkembangan teknologi

3 Juni 2015 12:12 WIB

Ilustrasi (ist)
Ilustrasi (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, Indonesia harus mengerahkan anak muda yang kreatif dan pintar untuk menangkal serangan cyber. Wacana pembentukan Badan Cyber Nasional (BCN) ini harus memberikan kesempatan kepada anak muda untuk lebih mengambil peran apalagi cyber warfare juga menyasar sektor perekonomian.

"Saya pikir saat ini masalah yang sangat besar, makin hari makin sulit mengikuti intenet, kalau kita kan cuma mikir bagaimana makainya. Dari sekuriti negara, sekuriti ekonomi dan dampaknya itu kalau terjadi attack terhadap ekonomi kita dampaknya bakal jauh lebih besar," tuturnya di Jakarta pada Rabu (3/6).

Ia mengatakan, nomenklatur dari BCN haruslah fleksibel, bahkan dirinya mengatakan untuk perlu melibatkan secara masif dari pemuda-pemuda yang memiliki kemampuan. Hal ini karena menurutnya anak-anak muda tersebut memiliki kecakapan dalam mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu yang baik.


Komisi I Berharap UU KKS Jadi Payung Hukum Terkait Cyber

"Ini harus dipikirkan bentuknya jangan seperti kementerian sekarang ini, nomenklaturnya jangan seperti itu. Harus fleksibel. Anak-anak muda itu penting, potensi itu banyak sekali di Republik ini dan harus bisa diimanfaatkan. Bagaimana memanfaatkan anak-anak muda ini untuk menjadi hacker dan diberikan failitas, disekolahkan, maka akan menjadi orang-orang yang sangat bermanfaat dalam hal (keamanan cyber) ini," lanjutnya

Menurutnya saat ini internet memang banyak memberikan manfaat tetapi juga memberikan banyak dampaknya lain. Dirinya mengatakan internet merupakan creative destruction yang belum pernah ditemui dalam sejarah peradaban umat manusia yang nantinya akan membuat kerja manusia digantikan oleh kemajuan teknologi.

Ia mengatakan bahwa menurut the economist, dalam 10 tahun ke depan di Amerika Serikat akan ada 47 persen jenis pekerjaan yang akan hilang. Hal ini sebab peran manusia akan digantikan oleh teknologi, dan dilihat dari dampak ekonominya akan menimbulkan banyak sekali pengangguran. Oleh sebab itu dirinya meminta pemerintah harus mengantisipasi hal tersebut.

"Mungkin lapangan kerja akan diganti oleh internet, kalau di Amerika saja 47 persen jenis pekerjaan akan hilang makin sedikit orangĀ  dan akan semakin banyak perusahaan yang menggunakan komputer untuk menggantikan pekerjaan," lanjutnya.

Internet memangĀ  disatu sisi memberikan kemudahan tapi juga memberikan dampak yang luar biasa. Oleh karena itu pembentukan BCN ini harus lebih melibatkan anak muda dalam prosesnya. Sehingga pemerintah dapat mengatur dengan baik di tingkat policy dan dapat memberikan solusi

"Kita harus lebih memfasilitasi anak muda kita, untuk memberikan kesempatan mengenai ini," lanjutnya.

Akses Internet di Papua Diblokir, Demokrat: Akan Memicu Rasa Penasaran Dunia

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan