logo


Uni Eropa Harus menjadi Kekuatan Militer Utama

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menilai blok itu harus menjadi salah satu kekuatan militer utama seperti NATO

31 Mei 2022 21:41 WIB

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell the Guardian

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrel mengatakan bahwa blok itu harus melakukan reformasi dengan berubah menjadi kekuatan militer utama Eropa.

“Apa yang kami pelajari dari konflik Ukraina adalah bahwa perdagangan, supremasi hukum, dan masyarakat sipil yang kuat tidak cukup. Uni Eropa juga harus menjadi kekuatan militer yang serius," kata Borrell kepada wartawan, Selasa (31/5) dikutip Sputniknews.

Dalam hal ini, dia meminta negara-negara Uni Eropa untuk mengikuti contoh anggota NATO dan meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka secara terkoordinasi.


Rusia Sudah Berusaha Selesaikan Krisis Pengan Global, tapi Dihadang oleh Negara Barat

“Pertahanan adalah kompetensi nasional. Kita harus berbuat lebih banyak. Kita harus meningkatkan anggaran militer kita secara terkoordinasi. Dan, tentu saja, itu tidak akan mudah,” tambahnya.

Sebelumnya, Borrell mengatakan bahwa Uni Eropa sudah kehabisan perangkat keras militer karena membantu Ukraina dan mendesak negara-negara anggota untuk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka. Dirinya menambahkan bahwa Uni Eropa berusaha menghindari konfrontasi langsung dengan Moskow, meskipun blok itu ingin "melemahkan mesin perang Rusia".

“Kami mengatakan bahwa kami tidak mengambil bagian dalam konflik [Ukraina], tetapi kami berpihak. Kami ingin melemahkan mesin perang Rusia. Kami ingin melemahkan kemampuan [Vladimir] Putin dan rezimnya untuk menyerang negara berdaulat tanpa dasar. Kami ingin membantu Ukraina mempertahankan diri. Tetapi kami tidak ingin berperang dengan Rusia," katanya kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Mantan Presiden Rusia Sebut Sanksi Barat Didasari Rasa Kebencian

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia