logo


Vladimir Putin Desak Jerman dan Perancis Tak Tingkatkan Pengiriman Senjata ke Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Perancis dan Kanselir Jerman bahwa peningkatan pengiriman senjata ke Ukraina bisa memperpanjang situasi konflik

29 Mei 2022 11:15 WIB

Vladimir Putin
Vladimir Putin istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz untuk tidak meningkatkan pengiriman senjata ke Ukraina. Putin menilai hal itu dapat memperpanjang konflik dan memperumit upaya mencapai stabilitas.

"Putin mengatakan kepada Macron dan Scholz bahwa melanjutkan pasokan senjata ke Ukraina sangat berbahaya, dan dia memperingatkan soal risiko destabilisasi lebih lanjut dari situasi yang akan memperburuk krisis kemanusiaan," demikian pernyataan tertulis kantor Kepresidenan Rusia, dikutip Al Jazeera.

Sementara itu, juru bicara kanselir Jerman mengatakan bahwa Macron dan Scholz mendesak dilakukannya gencatan senjata segera di Ukraina dan penarikan pasukan Rusia dari negara itu.


Enggan Lanjutkan Negosiasi dengan Rusia, Ukraina: Orang Barbar Hanya Bisa Dihentikan dengan Kekuatan

"Keduanya juga mendesak Putin untuk terlibat dalam negosiasi langsung dan serius dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mengakhiri pertempuran," kata juru bicara yang tidak disebut namanya itu.

Diberitakan sebelumnya, penasihat Kepresidenan Ukraina dan negosiator pembicaraan damai Kiev-Moskow, Mikhail Podoliak, pada Sabtu (28/5) mengatakan bahwa Kiev tidak akan melanjutkan proses negosiasi damai dengan Rusia meski intensitas konflik di wilayah Donbass meningkat.

“Setiap kesepakatan dengan Rusia tidak bernilai sepeser pun,” Podoliak menyatakan dalam sebuah postingan Telegram, dikutip RT.com.

“Rusia telah membuktikan bahwa itu adalah negara barbar yang mengancam keamanan dunia. Ukraina akan bertarung dengan Rusia sampai akhir kemenangan,” lanjutnya, menyimpulkan bahwa “Orang barbar hanya bisa dihentikan dengan kekuatan.”

Kepala HAM PBB Desak China Kaji Ulang Kebijakan terhadap Muslim Uyghur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia