logo


Enggan Lanjutkan Negosiasi dengan Rusia, Ukraina: Orang Barbar Hanya Bisa Dihentikan dengan Kekuatan

Penasihat Kepresidenan Ukraina mengatakan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan negosiasi damai Kiev-Moskow

29 Mei 2022 07:30 WIB

Penasihat Kepresidenan Ukraina Mikhail Podoliak
Penasihat Kepresidenan Ukraina Mikhail Podoliak anadolu agency

KIEV, JITUNEWS.COM - Penasihat Kepresidenan Ukraina dan negosiator pembicaraan damai Kiev-Moskow, Mikhail Podoliak, pada Sabtu (28/5) mengatakan bahwa Kiev tidak akan melanjutkan proses negosiasi damai dengan Rusia meski intensitas konflik di wilayah Donbass meningkat.

“Setiap kesepakatan dengan Rusia tidak bernilai sepeser pun,” Podoliak menyatakan dalam sebuah postingan Telegram, dikutip RT.com.

“Rusia telah membuktikan bahwa itu adalah negara barbar yang mengancam keamanan dunia. Ukraina akan bertarung dengan Rusia sampai akhir kemenangan,” lanjutnya, menyimpulkan bahwa “Orang barbar hanya bisa dihentikan dengan kekuatan.”


Zelensky Minta Klarifikasi dari PM Belanda soal Peluang Ukraina Gabung Uni Eropa

Podoliak memimpin delegasi Ukraina selama beberapa putaran pembicaraan damai yang gagal selama minggu-minggu awal operasi militer Rusia di Ukraina. Sekarang, penolakannya atas pembicaraan dengan Moskow sangat kontras dengan pernyataan yang sebelumnya dilontarkan oleh Presiden Volodymyr Zelensky awal pekan ini, dimana ia “mungkin mencoba dan menempuh jalan diplomatik,” seandainya Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia untuk menggelar pembbicaraan secara langsung.

Sementara itu, juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengaku bahwa diriya pesimis pemerintah Ukraina bersedia secara serius melanjutkan proses negosiasi.

"Kepemimpinan Ukraina terus-menerus membuat pernyataan yang bertentangan satu sama lain, yang membuatnya tidak mungkin untuk sepenuhnya memahami niatnya dan apakah mereka siap untuk mengambil pendekatan yang bijaksana dan mengakui keadaan sebenarnya," kata Peskov kepada wartawan, pada Jumat (27/5).

Berbekal Rudal AS, Ukraina Yakin Bisa Rebut Wilayah Laut Hitam dari Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia