logo


Berbekal Rudal AS, Ukraina Yakin Bisa Rebut Wilayah Laut Hitam dari Rusia

Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa amunisi yang dikirim oleh negara-negara NATO bisa digunakan oleh pasukan Ukraina dalam merebut kembali wilayah Laut Hitam

29 Mei 2022 07:00 WIB

Ilustrasi rudal anti kapal
Ilustrasi rudal anti kapal istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov pada hari Sabtu (28/5) menyatakan bahwa Kiev "masih akan memenangkan" konfliknya dengan Rusia. Seperti pejabat Ukraina lainnya, Reznikov juga menaruh harapan pada senjata yang dipasok oleh negara asing, terutama rudal anti-kapal Harpoon yang disediakan oleh Denmark.

Dalam postingan Facebook, Reznikov menyampaikan rasa terima kasihnya kepada "beberapa" negara yang telah mengirim senjata kepada Ukraina dan mengisi kembali stok peluru artileri 155mm Ukraina. Ia juga memuji Amerika Serikat atas pengiriman howitzer M777 155mm baru-baru ini dan lebih dari 100 unit drone dari berbagai jenis.

“Saya juga ingin menginformasikan bahwa pertahanan pantai negara kita tidak hanya akan diperkuat oleh rudal Harpoon – mereka akan digunakan oleh tim Ukraina yang terlatih,” tambahnya.


Tak Terdampak Sanksi, Pengiriman Gas Rusia ke Korsel Tetap Lancar

Pada hari Senin awal pekan kemarin, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengumumkan bahwa Denmark akan mengirim sejumlah rudal ini ke Ukraina.

A/U/RGM-84 Harpoon buatan Boeing merupakan rudal anti-kapal yang digunakan oleh Angkatan Laut AS, dengan perkiraan jangkauan mencapai 300 km. Rudal itu memiliki panduan radar aktif. Rudal Harpoon biasanya diluncurkan dari kapal permukaan atau pesawat serang, tetapi peluncur dapat dilepas dari kapal untuk digunakan di darat.

“Saya yakin bahwa persaudaraan militer Harpoon dan Neptunus kita akan membantu kita membebaskan dan membuat Laut Hitam kita aman kembali, serta melindungi Odessa dengan andal,” kata Reznikov.

'Neptunus' mengacu pada rudal jelajah buatan Ukraina yang diklaim Kiev digunakan untuk menyerang kapal perang Rusia pada bulan April. Moskow belum mengkonfirmasi klaim ini.

Sebelumnya, sejumlah pejaat Amerika Serikat sudah memperingatkan kepada Ukraina untuk tidak menggunakan senjata yang dikirim oleh NATO untuk menyerang wilayah Rusia. Pasalnya, hal itu hanya akan meningkatkan situasi konflik.

"Kami memiliki kekhawatiran tentang eskalasi, namun masih tidak ingin menempatkan batasan geografis atau mengikat tangan mereka terlalu banyak dengan barang-barang yang kami berikan kepada mereka," kata salah satu pejabat AS yang tidak disebut namanya kepada Reuters.

Senada dengan pernyataan tersebut, Douglas Lute, pensiunan letnan jenderal Angkatan Darat AS dan mantan duta besar Washington untuk NATO, mengatakan bahwa jika pasukan Ukraina menyerang jauh ke dalam Rusia, “itu akan memicu perdebatan yang memecah belah di dalam aliansi. Dan, tentu saja, aliansi tidak menginginkan itu. Begitu juga dengan Ukraina.”

Zelensky Minta Klarifikasi dari PM Belanda soal Peluang Ukraina Gabung Uni Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia