logo


Zelensky Minta Klarifikasi dari PM Belanda soal Peluang Ukraina Gabung Uni Eropa

Presiden Ukraina meminta klarifikasi setelah PM Belanda menyebut bahwa dibutuhkan waktu yang panjang bagi Ukraina untuk mendapatkan status anggota Uni Eropa

29 Mei 2022 06:30 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Euronews

KIEV, JITUNEWS.COM - Presiden Volodymyr Zelensky pada hari Jumat (27/5) mengatakan kepada media Belanda, NOS, bahwa Perdana Menteri Belanda Mark Rutte perlu mengklarifikasi apakah Ukraina memiliki masa depan di Uni Eropa. Rutte adalah salah satu dari beberapa politisi top Uni Eropa yang menyatakan bahwa Ukraina memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya secara resmi diijinkan bergabung dengan Uni Eropa.

Rutte dikabarkan sudah berbicara dengan Zelensky melalui sambungan telepon pada hari Kamis (26/5) dan menyatakan dukungannya untuk Ukraina yang tengah menghadapi serangan militer Rusia. Hanya saja, ia tidak memberikan indikasi apakah konflik tersebut membuat aplikasi Kiev untuk keanggotaan UE dapat diterima dalam waktu dekat.

"Saya berkata dengan sangat terbuka kepadanya: Jika Anda pikir tidak ada tempat bagi kami di Uni Eropa, maka Anda harus mengatakannya dengan jelas," kata Zelensky kepada NOS.


Tangani Pengungsi Ukraina, Polandia Minta Tambahan Dana hingga Miliaran Euro dari Uni Eropa

"Anda benar-benar membantu kami dan saya sangat berterima kasih untuk itu, tetapi sejauh menyangkut Uni Eropa, Anda tetap diam tentang semua hal yang ingin kami dengar," imbuh Zelensky.

“Keanggotaan UE adalah tanda kekuatan dalam perjuangan yang kami lakukan melawan Rusia di dalam negeri,” katanya.

Rutte sebelumnya telah memperingatkan bahwa mempercepat keanggotaan UE untuk Ukraina jelas tidak adil bagi negara-negara kandidat anggota seperti Turki dan Montenegro, yang sudah mengajukan permohonan selama bertahun-tahun.

Berbicara kepada anggota parlemen Belanda awal bulan ini, Rutte mengatakan bahwa Ukraina perlu menerapkan banyak reformasi sebelum dianggap sebagai kandidat yang layak.

 

 

Tak Terdampak Sanksi, Pengiriman Gas Rusia ke Korsel Tetap Lancar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia