logo


Tak Terdampak Sanksi, Pengiriman Gas Rusia ke Korsel Tetap Lancar

Perusahaan gas milik pemerintah Korea Selatan (KOGAS) sejauh ini masih bisa membayar pasokan gas alam dari Rusia dengan menggunakan mata uang dolar

29 Mei 2022 05:45 WIB

Ilustrasi api kompor gas
Ilustrasi api kompor gas Reuters

SEOUL, JITUNEWS.COM - Perusahaan gas milik pemerintah Korea Selatan KOGAS masih membeli gas alam cair (LNG) Rusia, dan tidak berencana untuk membuat perubahan apa pun serta siap untuk membahas kemungkinan masalah dengan Rusia dengan itikad baik. Hal itu disampaikan oleh seorang narasumber di industri gas Korea Selatan tersebut mengatakan kepada Sputnik pada hari Sabtu (28/5).

"KOGAS tidak memiliki masalah dengan Rusia saat ini. Jika situasi berubah di masa depan, KOGAS akan mendiskusikannya dengan pihak Rusia dengan itikad baik untuk menyelesaikan masalah," kata sumber anonim tersebut.

Ia mencatat bahwa sumber daya energi Rusia pada awalnya tidak dikenakan sanksi, sehingga KOGAS seharusnya tidak memiliki masalah terkait kontrak tersebut.


Situasi Ketegangan di Perbatasan Belarusia Semakin Meningkat Gara-gara NATO

Sementara itu, kontrak jangka panjang sedang dilaksanakan, pengiriman gas dari Rusia memiliki volume yang sama seperti sebelumnya dan pembayaran masih dilakukan dengan menggunakan mata uang dolar melalui bank AS dan satu bank lagi di Jepang.

Perusahaan Korea Selatan tersebut juga belum menerima permintaan dari pemerintah Rusia untuk membayar dalam rubel. KOGAS juga tidak memiliki proyek LNG dengan Rusia yang harus dibatalkan atau ditunda.

Kontrak jangka panjang antara KOGAS dan pihak Rusia mencakup pembelian 1,5 juta ton LNG per tahun, yang merupakan sekitar 4% dari total pembelian perusahaan pada tahun 2021.

Pada 24 Februari, Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina setelah republik Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri meminta bantuan untuk mempertahankan mereka dari serangan intensif yang dilancarkan oleh pasukan Kiev. Negara-negara Barat dan sekutunya, termasuk Korea Selatan, menanggapi operasi militer itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Rusia dan berjanji untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan energi Rusia.

Tangani Pengungsi Ukraina, Polandia Minta Tambahan Dana hingga Miliaran Euro dari Uni Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia