logo


Situasi Ketegangan di Perbatasan Belarusia Semakin Meningkat Gara-gara NATO

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan bahwa situasi ketegangan, baik secara politik maupun militer, di perbatasan Belarusia semakin meningkat

28 Mei 2022 19:30 WIB

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko istimewa

MINSK, JITUNEWS.COM - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada Sabtu (28/5) mengatakan bahwa situasi ketegangan politik dan militer di perbatasan negara terus meningkat.

"Situasi militer-politik yang tegang berkembang di perbatasan Tanah Air di masa-masa sulit kita, sama seperti delapan dekade lalu," kata presiden dalam ucapan selamatnya pada Hari Penjaga Perbatasan, dikutip Sputniknews.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Belarusia akan terus melindungi kemerdekaan dan integritas teritorialnya, jika perlu, dan penjaga perbatasan akan melakukan segala kemungkinan untuk menjaga perbatasan negara tetap utuh.


Parlemen Uni Eropa Ingin Ukraina Segera Dapatkan Status Negara Kandidat Anggota

Pekan lalu, Perdana Menteri Belarusia Roman Golovchenko mengatakan bahwa militer Belarusia sudah mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan kedaulatannya di tengah aktivitas militer NATO yang meningkat di dekat perbatasan negara itu.

Pada awal Mei, Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Belarusia Ruslan Kosygin mengatakan bahwa NATO menggandakan kehadiran militernya di Eropa Timur, yang memungkinkan aliansi untuk mengirim pasukan penyerang ke perbatasan Rusia dan Belarus dalam waktu sesingkat mungkin.

Pada 24 Februari lalu, Rusia diketahui sudah memulai operasi militer khusus di Ukraina, menanggapi seruan bantuan dari republik Donetsk dan Luhansk, dua wilayah di Donbass yang memisahkan diri dari Ukraina. Negara-negara Barat dan sekutu mereka menuduh Minsk membantu Moskow dalam operasi tersebut sehingga mereka juga menjatuhkan sanksi terhadap Belarusia.

Rusia Desak Semua Pihak Cabut Sanksi atas Korea Utara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia