logo


Menlu AS: Kami Tidak Mendukung Kemerdekaan Taiwan

Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya akan memperluas hubungan kerjasama dengan Taiwan, meski tidak mendukung kemerdekaan negara kepulauan tersebut

27 Mei 2022 09:28 WIB

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ABC News

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Kamis (26/5) menegaskan bahwa pemerintahan Joe Biden tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Meski begitu, Washington akan terus meningkatkan dan memperluas kerjasama dengan Taipei di segala sektor, baik secara militer maupun diplomatik.

"Kami tidak mendukung kemerdekaan Taiwan dan kami berharap perbedaan lintas-Selat diselesaikan dengan cara damai," kata sekretaris itu, berbicara di Universitas George Washington, dikutip Sputniknews.

"Pendekatan kami telah konsisten selama beberapa dekade dan pemerintahan. Amerika Serikat tetap berkomitmen pada Kebijakan 'Satu China' kami. Kami menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo dari kedua sisi," katanya.


Tiga Bandara di Afghanistan Bakal Dikelola oleh Uni Emirat Arab

"Meski kebijakan kami tidak berubah, yang berubah adalah pemaksaan Beijing yang semakin meningkat, seperti mencoba memutuskan hubungan Taiwan dengan negara-negara di seluruh dunia dan menghalanginya untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional," kata Blinken.

Blinken menekankan bahwa AS akan "terus" untuk menegakkan komitmennya di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan untuk membantu Taipei dalam mempertahankan "kemampuan pertahanan diri yang memadai," dan mendukung "partisipasi bermakna pulau itu dalam komunitas internasional."

Ia juga menegaskan bahwa AS tidak "mencari konflik atau Perang Dingin baru" dengan Republik Rakyat China, tetapi menyarankan bahwa "visi" China tentang tatanan internasional akan "menjauhkan kita dari nilai-nilai universal yang telah menopang sebagian besar kemajuan" dunia selama 75 tahun terakhir."

"Kami tidak dapat mengandalkan Beijing untuk mengubah lintasannya (pendekatan luar negerinya). Jadi kami akan membentuk lingkungan strategis di sekitar Beijing untuk memajukan visi kami untuk sistem internasional yang terbuka dan inklusif," Blinken memperingatkan.

Rusia Gunakan Mata Uang Rubel untuk Bayar Utang Luar Negeri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia