logo


Rusia Gunakan Mata Uang Rubel untuk Bayar Utang Luar Negeri

Kementerian Keuangan Rusia mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan mata uang rubel untuk membayar utang luar negeri Rusia

25 Mei 2022 22:30 WIB

Mata uang Rubel
Mata uang Rubel Reuters

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia pada Rabu (25/5) mengatakan bahwa mereka akan membayar utang luar negerinya dengan menggunakan mata uang rubel setelah Amerika Serikat mengakhiri pengecualian yang memungkinkan Moskow untuk melakukan pembayaran dalam dolar yang disimpan di Rusia.

Sehari sebelumnya, atau pada Selasa (24/5), Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa pihaknya menutup klausul pelarian terhadap sanksi keuangan drastis yang diberlakukan terhadap Rusia setelah melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina.

“Memperhatikan bahwa penolakan untuk memperpanjang lisensi ini membuat tidak mungkin untuk melanjutkan pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam dolar AS, pembayaran akan dilakukan dalam mata uang Rusia,” kata kementerian keuangan Rusia dalam sebuah pernyataan di Telegram, dikutip AFP.


Situasi Konflik Semakin Buruk, Ukraina Desak AS Segera Kirim Peluncur Roket

Kementerian tersebut menambahkan bahwa akan ada “kemungkinan untuk kemudian mengubahnya [pembayaran] menjadi mata uang asli” menggunakan lembaga keuangan Rusia sebagai agen pembayaran.

Seperti diketahui, sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia telah membuat negara yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin itu didepak keluar dari sistem keuangan internasional. Sanksi juga memutus akses Moskow terhadap asetnya yang disimpan di bank-bank AS untuk membayar kreditur asingnya.

Tiga Bandara di Afghanistan Bakal Dikelola oleh Uni Emirat Arab

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia