logo


Yeremia Rambitan Viral Gegara Ucapan Tak Pantas, DPR Minta Publik Memaafkannya

Anggota DPR RI Syaiful Huda minta atlet berhati-hati dalam berucap

25 Mei 2022 14:56 WIB

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda www.jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini viral sebuah video yang memperlihatkan atlet bukutangkis Indonesia Yeremia Rambitan mengucapkan kalimat tidak pantas. Akibatnya, pebulutangkis itu mendapat teguran dari sang pelatih.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta para atlet untuk menjaga ucapan dan sikap.

"Ya kita meminta supaya semua figur publik, tanpa terkecuali para atlet kita yang sedang meniti prestasi di cabang olahraganya masing-masing saya kira harus lebih berhati-hati dan menjaga sikap ya, agar jaga sikap," kata Syaiful dilansir detikcom, Rabu (25/5/2022).


Jokowi Tunjuk Luhut Urus Persoalan Minyak Goreng, Pimpinan DPR: Kita Tunggu Hasilnya

Ia pun mengapresiasi sikap pelatih yang langsung memberi teguran ke Yeremia Rambitan.

"Iya saya kira inisiatif pelatih meminta maaf secara terbuka di publik, patut kita hargai, dan itu bagian dari tanggung jawab beliau sebagai pembina atlet ya. Kita apresiasi, ke depannya pasti saya kira akan teratensi apa yang menjadi permohonan maaf dan apa yang akan beliau perbuat supaya preseden ini tidak terulang kembali bagi seluruh pemain yang dilatihnya," ucapnya.

Lebih lanjut, ia meminta publik memaafkan sikap Yeremia Rambitan. Ia yakin Yeremia tidak berniat mengucapkan kalimat tidak pantas itu ke publik.

"Terus saya minta juga publik Indonesia tidak usah berikan semacam punishment karena ini pasti dalam suasana gurau dan tidak disengaja. Ketidaksengajaan itu, menurut saya, semua orang pernah berbuat salah dan tidak sengaja, di luar kontrol. Karena itu kita maafkan dan kita anggap sebagai sebuah preseden yang tidak disengaja, kalau disengaja tidak mungkin saya kira," pungkasnya.

TNI Aktif Jadi Pj Kepala Daerah, Pimpinan DPR: Nggak Perlu Diperdebatkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati